Key insights and market outlook
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah menutup sementara 12 kantor cabang di Sumatra akibat banjir parah yang disebabkan oleh curah hujan tinggi sejak 25 November 2025. Penutupan ini diperlukan karena jaringan komunikasi terputus dan kesulitan transportasi. Banjir ini telah menyebabkan 116 orang meninggal dan 42 orang hilang per 28 November 2025, menurut BNPB.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), salah satu bank BUMN besar di Indonesia, telah mengambil langkah pencegahan dengan menutup sementara 12 kantor cabang di Sumatra. Keputusan ini diambil setelah terjadinya banjir parah di wilayah tersebut akibat curah hujan tinggi yang dimulai pada 25 November 2025. Bank tersebut menyebutkan jaringan komunikasi yang terputus dan kesulitan transportasi sebagai alasan utama penutupan sementara.
Banjir ini telah memberikan dampak besar pada beberapa wilayah di Sumatra, terutama di Sumatra Utara. Per 28 November 2025, bencana ini telah menyebabkan 116 orang meninggal dan 42 orang dilaporkan hilang. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah aktif dalam upaya bantuan dan pengumpulan data. Wilayah yang terdampak antara lain Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, dan Pakpak Bharat.
BNPB melaporkan bahwa lebih dari 1.000 keluarga telah terpaksa mengungsi akibat banjir. Upaya bantuan terus dilakukan, dengan tempat penampungan sementara didirikan di berbagai lokasi. Misalnya, di Tapanuli Utara, sebuah bangunan gereja digunakan sebagai tempat penampungan bagi sekitar 600 keluarga. Situasi tetap menantang karena banyaknya wilayah terdampak yang sulit dijangkau, sehingga jumlah korban dan pengungsi kemungkinan akan bertambah seiring tersedianya informasi lebih lanjut.
Penutupan sementara kantor cabang BNI diperkirakan akan mempengaruhi layanan perbankan di wilayah tersebut. Nasabah kemungkinan diarahkan untuk menggunakan fasilitas perbankan alternatif atau layanan perbankan digital. Keputusan BNI untuk menutup cabang sementara menunjukkan prioritas bank terhadap keselamatan nasabah dan karyawan selama bencana alam ini.
Temporary Branch Closure
Banking Operations Disruption Due to Natural Disaster