Key insights and market outlook
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025. Rapat akan membahas empat agenda penting: 1) Perubahan anggaran dasar perusahaan, 2) Pendelegasian wewenang persetujuan rencana kerja dan anggaran 2026, 3) Persetujuan hasil pengkinian rencana pemulihan 2025/2026, dan 4) Pengukuhan pemberhentian komisaris. RUPSLB akan dilaksanakan pada pukul 14.00-15.30 WIB.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang dikenal sebagai BNI, akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025. Rapat yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini akan membahas empat agenda krusial yang akan membentuk arah operasi dan struktur tata kelola bank ke depan.
Agenda pertama berfokus pada perubahan anggaran dasar BNI. Perubahan ini penting karena dapat mempengaruhi berbagai aspek operasional bank, termasuk tata kelola, struktur manajemen, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Agenda kedua melibatkan pendelegasian wewenang untuk menyetujui rencana kerja dan anggaran bank untuk tahun 2026. Langkah ini dapat memperlancar proses pengambilan keputusan dan memberikan fleksibilitas lebih dalam mengelola operasional bank tahun depan.
Agenda ketiga adalah persetujuan rencana pemulihan yang diperbarui untuk periode 2025/2026. Rencana ini sangat penting untuk memastikan stabilitas keuangan bank dan kemampuannya menghadapi potensi tantangan di masa depan.
Agenda terakhir adalah pengukuhan pemberhentian salah satu komisaris BNI, Suminto, yang diangkat sebagai anggota Komisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) efektif 8 Oktober 2025. Pengunduran diri Suminto sebagai komisaris dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia pada 10 Oktober 2025.
Suminto, yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris BNI sejak pengangkatannya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 26 Maret 2025, kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko di Kementerian Keuangan. Beliau memiliki gelar Ph.D. di bidang Ekonomi Pembangunan dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang, dan telah memiliki karir yang cemerlang di Kementerian Keuangan sejak 1996.
Setelah perubahan, susunan dewan komisaris BNI saat ini adalah: Omar Sjawaldy Anwar sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen, Tedi Bharata sebagai Wakil Komisaris Utama, Vera Febyanthy dan Didik Junaedi Rachbini sebagai Komisaris Independen, dan Donny Hutabarat sebagai Komisaris.
Hasil RUPSLB akan sangat krusial dalam menentukan arah dan struktur tata kelola BNI ke depan. Rapat ini merupakan langkah penting dalam upaya bank untuk terus beradaptasi dengan perubahan regulasi dan kondisi pasar.
RUPSLB BNI 2025
Commissioner Resignation
Articles of Association Change