Key insights and market outlook
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk bantuan bencana akan diaudit, termasuk alokasi Rp150 juta untuk pengeboran sumur di daerah terdampak bencana di Sumatera. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menekankan komitmen lembaga ini terhadap akuntabilitas dan transparansi keuangan dalam penggunaan dana negara untuk tanggap darurat bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan dalam pengelolaan dana negara yang dialokasikan untuk upaya tanggap darurat bencana. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan akan diaudit, termasuk alokasi Rp150 juta untuk pengeboran sumur di daerah terdampak bencana di Sumatera.
Muhari menyampaikan pernyataan ini dalam rapat di Kantor BNPB, Jakarta, menyoroti dedikasi lembaga ini untuk menjaga standar pengelolaan keuangan yang tinggi dalam operasi tanggap darurat bencana. Jaminan ini muncul di tengah diskusi antara pimpinan BNPB dan Presiden Prabowo Subianto mengenai berbagai aspek penanggulangan bencana, termasuk penyediaan air bersih melalui pengeboran sumur.
Komitmen BNPB terhadap transparansi pengelolaan keuangan sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan pemanfaatan sumber daya yang efektif selama operasi tanggap darurat bencana. Pengeboran sumur merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana, dengan fokus pada penyediaan air bersih dan layanan penting lainnya.
Disaster Relief Fund Audit
Financial Transparency Commitment