Key insights and market outlook
Bank of Japan (BOJ) diprediksi akan menaikkan suku bunga tiga kali lagi menjadi 1,5% pada awal 2028 selama masa jabatan Gubernur Kazuo Ueda. Kenaikan suku bunga pertama ke 1% bisa terjadi sekitar Juni atau Juli 2025, tergantung pada kekuatan ekonomi AS dan perkembangan upah/harga domestik. Kenaikan lebih lanjut akan menantang karena akan membawa biaya pinjaman lebih dekat ke tingkat netral.
Bank of Japan diperkirakan akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga tiga kali lagi hingga mencapai 1,5% sebelum masa jabatan Gubernur Kazuo Ueda berakhir pada awal 2028. Menurut Makoto Sakurai, mantan anggota dewan BOJ, kenaikan pertama ke 1% dapat terjadi pada Juni atau Juli 2025, tergantung pada kekuatan ekonomi AS dan perkembangan domestik dalam hal upah dan harga.
Meskipun kenaikan pertama dianggap relatif pasti, kenaikan suku bunga berikutnya diperkirakan akan lebih menantang. Suku bunga yang lebih tinggi akan membawa biaya pinjaman lebih dekat ke tingkat yang dianggap netral bagi ekonomi, berpotensi menuai kritik dari pembuat kebijakan yang pro-dovish seperti Sanae Takaichi, penasihat Perdana Menteri Jepang. Sakurai menyarankan bahwa meskipun BOJ mungkin melihat 1,75% sebagai potensi suku bunga netral, mencapai 1,5% masih akan memberikan ruang yang cukup untuk pemangkasan suku bunga di masa depan jika diperlukan.
Kenaikan suku bunga yang diprediksi menandakan langkah BOJ menuju normalisasi kebijakan setelah bertahun-tahun menjalankan kebijakan moneter ultra-longgar. Pergerakan ini mencerminkan kepercayaan yang meningkat pada pemulihan ekonomi Jepang dan prospek inflasi. Pendekatan hati-hati BOJ menyeimbangkan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sambil mengelola reaksi pasar terhadap perubahan suku bunga.
BOJ Interest Rate Hike Prediction
Monetary Policy Normalization