Key insights and market outlook
BP Tapera telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp34,64 triliun untuk 278.868 unit rumah di tahun 2025. Ini merupakan 79,68% dari target pemerintah sebesar 350.000 unit. Sebagian besar (99,99%) merupakan rumah tapak, dengan hanya 3 unit berupa rumah susun. Penyaluran tahun ini merupakan yang tertinggi sejak program FLPP diluncurkan pada 2010.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah berhasil menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp34,64 triliun untuk 278.868 unit rumah selama tahun 2025. Prestasi ini mewakili 79,68% dari target ambisius pemerintah sebesar 350.000 unit untuk tahun ini. Penting dicatat bahwa total penyaluran ini mencapai tingkat tertinggi sejak program FLPP pertama kali diluncurkan pada 2010.
Rincian unit rumah yang disalurkan menunjukkan bahwa 278.865 unit (99,99%) merupakan rumah tapak, sementara hanya 3 unit yang berupa apartemen. Distribusi ini mengindikasikan preferensi terus berlanjut untuk perumahan tapak di pasar properti Indonesia.
Program FLPP, yang dikelola oleh BP Tapera, memainkan peran penting dalam inisiatif perumahan terjangkau di Indonesia. Dengan menyediakan likuiditas untuk pembiayaan hipotek, program ini membantu membuat kepemilikan rumah lebih mudah dijangkau oleh warga Indonesia, terutama mereka yang berada di bracket pendapatan rendah dan menengah.
Meskipun penyaluran di 2025 merupakan yang tertinggi sejak awal program, namun masih belum mencapai target pemerintah sebesar 20,32%. BP Tapera dan pemangku kepentingan terkait mungkin perlu menilai faktor-faktor yang berkontribusi pada kekurangan ini dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kinerja di masa depan. Keberhasilan dalam mencapai hampir 80% dari target, bagaimanapun, menunjukkan relevansi dan efektivitas program yang terus berlanjut dalam mendukung sektor perumahan Indonesia.
FLPP Disbursement Record
Housing Finance Program Achievement