Key insights and market outlook
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) gagal mencapai target program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2025, dengan realisasi 278.868 unit rumah sementara targetnya adalah 350.000 unit. BP Tapera menyalurkan dana FLPP sebesar Rp 34,64 triliun selama 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak program FLPP diluncurkan pada 2010 meskipun tidak mencapai target.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan bahwa beberapa faktor menyebabkan target jumlah unit rumah dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2025 tidak tercapai. Meskipun tidak mencapai target 350.000 unit, BP Tapera berhasil menyalurkan Rp 34,64 triliun untuk 278.868 unit rumah, yang merupakan capaian tertinggi sejak program FLPP dimulai pada 2010.
Program FLPP merupakan inisiatif pemerintah yang krusial untuk menyediakan pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Keberhasilan program ini dianggap sebagai indikator penting upaya pemerintah dalam mengatasi masalah keterjangkauan perumahan.
Meskipun faktor-faktor yang menyebabkan kekurangan belum dirinci secara detail, analis industri mengemukakan bahwa kondisi ekonomi, suku bunga, dan dinamika pasar perumahan kemungkinan memainkan peran penting. Pengungkapan BP Tapera ini menyoroti tantangan yang dihadapi dalam implementasi program pembiayaan perumahan yang didukung pemerintah.
FLPP Target Missed in 2025
Highest FLPP Achievement Since 2010