Key insights and market outlook
Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) berencana mengembangkan 225 stasiun pengisian bahan bakar baru di bawah program 'Satu Harga' antara tahun 2025 dan 2029. Stasiun-stasiun ini akan berlokasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menekankan bahwa lembaga tersebut akan melakukan pengawasan bertingkat terhadap pembangunan dan pengoperasian stasiun bahan bakar ini.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan 225 stasiun pengisian bahan bakar baru sebagai bagian dari program bahan bakar 'Satu Harga' pemerintah antara tahun 2025 dan 2029. Menurut Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, stasiun-stasiun baru ini akan berlokasi strategis di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia, yaitu area yang secara historis menghadapi tantangan dalam mengakses bahan bakar dengan harga standar.
Wahyudi menekankan bahwa BPH Migas akan menerapkan sistem pengawasan bertingkat untuk memastikan pembangunan dan pengoperasian stasiun bahan bakar ini berjalan dengan baik. "Supervisi Pelaksanaan Pembangunan 225 Penyalur BBM Satu Harga beserta pengawasannya. Ini program berjenjang," kata Wahyudi selama Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI pada 24 November 2025. Pengawasan hierarkis ini dirancang untuk menjamin bahwa program tersebut dilaksanakan secara efektif dan mencapai tujuannya.
Program 'Satu Harga' adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk memastikan harga bahan bakar standar di seluruh Indonesia, terutama di wilayah yang secara tradisional menderita harga bahan bakar tinggi karena lokasi terpencil mereka. Dengan mengembangkan stasiun bahan bakar tambahan di daerah-daerah ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan akses energi dan mengurangi disparitas harga.
Pengembangan 225 stasiun pengisian bahan bakar baru di wilayah 3T diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan aksesibilitas energi bagi komunitas lokal. Ekspansi ini tidak hanya akan memberikan akses yang lebih mudah ke bahan bakar tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi keseluruhan wilayah tersebut dengan mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan ketersediaan barang dan jasa penting.
Development of 225 new fuel stations
Implementation of 'Satu Harga' fuel program