Key insights and market outlook
BPJS Ketenagakerjaan berencana untuk berinvestasi pada perusahaan infrastruktur AI di luar negeri jika mendapatkan izin dari pemerintah untuk memperluas portofolio internasionalnya. Dana pensiun milik negara ini mengelola Rp879 triliun (US$52 miliar) dan mempertimbangkan investasi pada pusat data, perusahaan energi yang mendukung AI, dan infrastruktur telekomunikasi. Strategi investasi ini berfokus pada pendukung infrastruktur AI, bukan perusahaan AI inti seperti produsen chip.
BPJS Ketenagakerjaan, salah satu investor institusi terbesar di Indonesia, sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi pada perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di luar negeri. Dana pensiun ini saat ini mengelola portofolio sebesar Rp879 triliun (US$52 miliar) dan sedang mencari persetujuan pemerintah untuk memperluas investasi internasionalnya hingga 5% dari total asetnya.
Dana ini tertarik pada perusahaan yang mendukung infrastruktur AI, termasuk:
Edwin Ridwan, Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, menekankan bahwa meskipun mereka tertarik pada ekosistem AI, fokus utama mereka adalah pada pendukung infrastruktur, bukan perusahaan AI inti seperti produsen chip.
Rencana investasi tidak terbatas pada negara tertentu, namun fokus pada wilayah dengan infrastruktur AI yang maju. Tujuan investasi potensial termasuk:
Meskipun rencana investasi strategis, pelaksanaannya tergantung pada beberapa faktor:
Pemerintah Indonesia saat ini sedang menyiapkan regulasi terkait manajemen aset liabilitas dana pensiun, yang akan menjadi landasan hukum bagi investasi internasional BPJS Ketenagakerjaan. Jika disetujui, mayoritas alokasi internasional (sekitar US$2,5 miliar) diperkirakan akan diinvestasikan melalui pihak ketiga seperti Exchange-Traded Funds (ETF) atau reksa dana, bukan investasi langsung.
Potential International Investment Approval
AI Infrastructure Investment Strategy