Key insights and market outlook
BPJS Ketenagakerjaan menggelar diskusi panel nasional tentang implementasi standar akuntansi dalam program jaminan sosial, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana jaminan sosial. Acara ini membahas adopsi PSAK 117 (IFRS 17) dan pentingnya kualitas pelaporan keuangan. Organisasi ini berupaya meningkatkan tata kelola keuangannya melalui kerjasama dengan akademisi dan regulator.
BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan diskusi panel nasional bertajuk 'Kesesuaian dan Tantangan Implementasi Standar Akuntansi dalam Konteks Jaminan Sosial' pada 13 November 2025 di Universitas Gadjah Mada. Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama termasuk akademisi, praktisi akuntansi, dan perwakilan regulator untuk membahas implementasi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam konteks lembaga jaminan sosial.
Asep Rahmat Suwandha, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, menekankan bahwa praktik akuntansi di lembaga publik melampaui kepatuhan administratif, melainkan merupakan komitmen untuk mengelola dana publik secara bertanggung jawab. Ia menyatakan, 'Akuntansi bukan hanya tentang angka atau laporan tahunan, tetapi tentang kepercayaan. Setiap rupiah yang kami kelola mengandung amanah jutaan pekerja Indonesia yang harus kami pertanggungjawabkan dengan jujur dan terbuka.'
Singgih Wijayana, akademisi dari Universitas Gadjah Mada, menyoroti pentingnya sinergi antara penyusun standar, regulator, akademisi, dan lembaga jaminan sosial. Ia mencatat bahwa forum seperti ini sangat penting untuk menciptakan standar akuntansi yang berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan lokal dan praktik terbaik internasional.
Acara ini juga dimeriahkan dengan peluncuran tiga buku baru karya Asep Rahmat Suwandha: 'Pelaporan Keuangan Jaminan Sosial,' 'Pengendalian Operasional,' dan 'Risiko Saat Ini.' Publikasi ini merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pemahaman tentang akuntansi jaminan sosial dan berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan di Indonesia.
Melalui inisiatif ini, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memperkuat kolaborasi dengan regulator, akademisi, dan praktisi akuntansi untuk mengembangkan sistem pelaporan keuangan yang lebih transparan dan akuntabel. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola dan kredibilitas organisasi dalam mengelola dana jaminan sosial.
National Panel Discussion on Social Security Accounting
Launch of Financial Reporting Publications