BRI Finance Faces Challenges in New Car Financing Amid Market Weakness
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 14
Sources1 verified

BRI Finance Hadapi Tantangan Pembiayaan Mobil Baru di Tengah Pelemahan Pasar

Tim Editorial AnalisaHub·14 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

BRI Finance menghadapi dua tantangan utama dalam pembiayaan mobil baru: permintaan yang melemah karena konsumen yang lebih berhati-hati dan penyesuaian harga kendaraan yang memengaruhi keputusan pembelian. Perusahaan ini merespons dengan harga yang lebih kompetitif dan ketentuan pembiayaan yang fleksibel untuk menjaga penyaluran yang sehat sambil mengelola risiko. Kontribusi pembiayaan mobil baru BRI Finance mencapai 40,05% dari total portofolio, sedangkan pembiayaan mobil bekas sebesar 9,87%.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

BRI Finance Navigasi Tantangan di Pasar Pembiayaan Mobil Baru

Menghadapi Pelemahan Pasar

BRI Finance menghadapi tantangan signifikan dalam pembiayaan mobil baru di tengah melemahnya pasar. Corporate Secretary Aditia Fakhri Ramadhani mengidentifikasi dua hambatan utama: penurunan permintaan konsumen karena kehati-hatian yang meningkat dan penyesuaian harga kendaraan yang berdampak pada keputusan pembelian. Faktor-faktor ini telah meningkatkan persaingan di pasar pembiayaan, sehingga memerlukan strategi manajemen risiko yang lebih tepat.

Penyesuaian Strategis

Untuk mengatasi tantangan ini, BRI Finance melakukan beberapa penyesuaian strategis. Perusahaan ini mengadopsi strategi harga yang lebih kompetitif yang disesuaikan dengan profil risiko, sambil juga menawarkan opsi tenor yang fleksibel dan penyesuaian uang muka. Langkah-langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan bagi pelanggan sambil mempertahankan kualitas portofolio. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga penyaluran pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan di lingkungan pasar yang menantang.

Tren dan Proyeksi Pasar

Industri multifinance mencatat kontraksi 4,65% year-on-year dalam pembiayaan mobil baru menjadi Rp142,59 triliun, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BRI Finance mengaitkan penurunan ini dengan penyesuaian harga kendaraan, pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan hemat energi, dan ketidakpastian ekonomi yang membuat konsumen lebih berhati-hati. Sebagai respons, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan yang lebih kuat pada segmen yang berfokus pada kendaraan niaga ringan, segmen produktif, dan kebutuhan mobilitas terjangkau selama tahun 2026.

Perubahan Preferensi Konsumen

BRI Finance telah mengamati pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen yang memengaruhi kinerja pembiayaannya. Permintaan saat ini cenderung ke arah kendaraan dengan biaya kepemilikan total yang lebih rendah, seperti model LCGC (Low Cost Green Car), dan kendaraan fungsional seperti SUV untuk kebutuhan keluarga atau sehari-hari. Sementara minat pada kendaraan listrik meningkat, belum menjadi dominan di pasar. Pergeseran ini memengaruhi komposisi pembiayaan mobil baru dan bekas di pasar.

Komposisi Portofolio

Pembiayaan mobil baru perusahaan memberikan kontribusi 40,05% terhadap total portofolio, sedangkan pembiayaan mobil bekas sebesar 9,87%. Distribusi ini mencerminkan posisi BRI Finance di pasar pembiayaan otomotif dan menyoroti pentingnya pembiayaan kendaraan baru dalam operasi bisnis mereka.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 days ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Automotive FinancingMarket TrendsFinancial Services

Key Events

1

New Car Financing Challenges

2

Market Contraction in Automotive Finance

Timeline from 1 verified sources