Key insights and market outlook
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah berhasil menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menandai langkah signifikan dalam mendukung inisiatif pendalaman pasar keuangan oleh Bank Indonesia. Penerbitan ini, yang terstruktur dalam empat tenor dengan tingkat diskonto kompetitif antara 4,5% hingga 4,95%, meraih peringkat tertinggi jangka pendek IdA+ dari Pefindo. Penerbitan SBK BRI menunjukkan komitmen bank untuk memperkuat kapabilitas pendanaan jangka pendek dan meningkatkan instrumen pasar uang di Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah berhasil menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar pada 12 Januari 2026. Penerbitan ini menandai langkah signifikan dalam mendukung inisiatif Bank Indonesia untuk memperdalam pasar keuangan nasional. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa penerbitan SBK ini memberikan solusi pendanaan jangka pendek yang cepat dan efisien bagi perseroan, sekaligus menawarkan imbal hasil kompetitif bagi investor.
SBK diterbitkan dalam empat tenor: 1 bulan dengan tingkat diskonto 4,5%, 3 bulan 4,60%, 6 bulan 4,85%, dan 12 bulan 4,95%. Instrumen ini meraih peringkat tertinggi jangka pendek IdA+ dari Pefindo, setara dengan AAA untuk instrumen utang jangka panjang. Peringkat ini mencerminkan profil permodalan BRI yang sangat kuat, kualitas aset yang terjaga, dan kemampuan memenuhi komitmen keuangan.
Penerbitan ini menjadikan BRI sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan Surat Berharga Komersial di bawah Peraturan Bank Indonesia No. 13/2024 tentang Transaksi Pasar Uang. Keberhasilan penerbitan ini memperkuat pengelolaan likuiditas BRI sekaligus mendukung pengembangan instrumen pasar uang yang transparan dan kredibel di Indonesia. BRI berencana untuk terus melakukan inovasi produk keuangan, memperluas basis investor, dan menjaga prinsip pengelolaan keuangan yang prudent.
Commercial Paper Issuance
Financial Instrument Innovation
Rating Achievement