Key insights and market outlook
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi senilai Rp2,2 triliun untuk proyek Flyover Sitinjau Lauik di Sumatra Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). BRI bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) bersama BNI dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Flyover sepanjang 2,774 km ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan jalan dan konektivitas di wilayah tersebut.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah berperan penting dalam pembiayaan proyek Flyover Sitinjau Lauik di Sumatra Barat melalui pinjaman sindikasi senilai Rp2,2 triliun. Proyek ini dikembangkan di bawah skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan BRI bertindak sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Flyover sepanjang 2,774 km ini merupakan proyek infrastruktur kritis yang bertujuan mengatasi masalah keselamatan di jalur Padang-Solok yang dikenal memiliki tanjakan curam dan tingkat kecelakaan tinggi. Total investasi proyek ini sekitar Rp2,739 triliun dengan masa konstruksi 2,5 tahun dan masa operasional 10 tahun. Dengan meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi waktu tempuh, flyover ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ekonomi dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Partisipasi BRI dalam proyek ini menunjukkan komitmen bank dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui pengaturan pembiayaan yang signifikan. Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menekankan bahwa BRI memiliki kapasitas pendanaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam proyek KPBU dengan struktur yang bankable. Keberhasilan proyek ini juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta peran PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dalam memastikan tata kelola dan manajemen risiko yang tepat.
Hingga Q3 2025, BRI melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp41,23 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp45,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja keuangan bank didorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 3% menjadi Rp155,16 triliun, meskipun beban bunga juga meningkat 3,25% menjadi Rp44,16 triliun. Pendapatan bunga bersih tumbuh 2,9% menjadi Rp110,99 triliun. Pertumbuhan kredit BRI tetap solid sebesar 6,26%, mencapai Rp1.438,11 triliun pada Q3 2025.
Proyek Flyover Sitinjau Lauik merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan infrastruktur di Sumatra Barat, terutama dalam hal keselamatan jalan dan konektivitas regional. Kepemimpinan BRI dalam pengaturan pembiayaan menunjukkan peran bank dalam mendukung proyek pembangunan nasional melalui solusi keuangan yang kuat.
Rp2.2 Trillion Syndicated Loan
Infrastructure Project Financing
KPBU Scheme Implementation