Key insights and market outlook
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah menghabiskan Rp512,8 miliar untuk buyback saham di 2025, dengan total 139,13 juta lembar saham dibeli pada harga rata-rata Rp3.685,79 per saham. Buyback ini merupakan bagian dari program Rp3 triliun yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025. Saham BRI ditutup di Rp3.820, naik 2,69%, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp553,81 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah berhasil melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp512,8 miliar di 2025, dengan mengakuisisi 139,13 juta lembar saham pada harga rata-rata Rp3.685,79 per saham. Buyback ini merupakan bagian dari program yang lebih besar senilai Rp3 triliun yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025. Pembelian kembali saham ini dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus dan direncanakan akan selesai dalam waktu 12 bulan sejak tanggal RUPST.
Selain buyback 2025, BRI juga telah aktif mengelola saham yang dibeli kembali pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk program buyback 2022, perusahaan telah membeli kembali 647,39 juta lembar saham, di mana 115,04 juta lembar saham telah dialokasikan, sehingga masih tersisa 532,35 juta lembar saham. Alokasi saham ini terutama untuk program kepemilikan saham karyawan dan manajemen. Untuk buyback 2023, BRI telah membeli 293,93 juta lembar saham, dan belum ada alokasi saham hingga saat ini.
Kinerja saham BRI menunjukkan hasil positif, dengan penutupan saham di Rp3.820 pada 15 Januari 2026, atau naik 2,69%. Saham bergerak dalam rentang Rp3.730 hingga Rp3.850 selama perdagangan. Kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai sekitar Rp553,81 triliun, dengan rasio harga terhadap laba sekitar 10,30 kali. Rentang perdagangan saham dalam 52 minggu terakhir berada di antara Rp3.360 hingga Rp4.450. Dividend yield BRI sekitar 9,04%, dengan dividen kuartalan sebesar Rp86,33 per saham.
Share Buyback Program
Stock Price Increase