Key insights and market outlook
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sedang menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tiga penunjukan komisaris setelah perombakan manajemen Mei 2025. Komisaris yang terkena dampak adalah Meidy Ferdiansyah, Muhammad Syafii Antonio, dan Addin Jauharudin. Penundaan ini mengikuti pengumuman sebelumnya dari BSI bahwa beberapa direktur dan komisarisnya telah menerima persetujuan OJK.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melakukan perombakan manajemen besar-besaran pada Mei 2025, yang mempengaruhi baik direksi maupun komisaris. Meskipun beberapa penunjukan telah menerima persetujuan regulatori, tiga posisi komisaris masih tertunda dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tiga komisaris yang penunjukannya masih dalam proses review oleh OJK adalah Meidy Ferdiansyah, Muhammad Syafii Antonio, dan Addin Jauharudin. Nama-nama mereka tidak tercantum dalam pengumuman terbaru BSI tentang direktur dan komisaris yang telah disetujui OJK, menunjukkan bahwa tes fit and proper mereka masih berlangsung.
Tes fit and proper OJK adalah persyaratan regulatori wajib untuk manajemen senior dan anggota dewan di lembaga keuangan Indonesia. Proses pemeriksaan menyeluruh ini memastikan bahwa individu yang memegang posisi ini memiliki kualifikasi, pengalaman, dan integritas yang diperlukan untuk mengelola lembaga keuangan secara efektif.
Penundaan persetujuan untuk posisi komisaris ini mungkin memiliki implikasi pada tata kelola perusahaan dan proses pengambilan keputusan strategis BSI. Namun, bank tidak menunjukkan adanya gangguan operasional signifikan akibat penundaan ini. Situasi ini diawasi ketat oleh pelaku pasar karena dapat mencerminkan praktik tata kelola dan kepatuhan regulasi bank.
Commissioner Appointment Pending OJK Approval
BSI Management Reshuffle