Key insights and market outlook
PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) menguasai 81% pangsa pasar pembayaran biaya haji jamaah reguler 2026. Bank ini telah memproses pembayaran untuk 1.616 jamaah dari total 1.916 pembayaran yang dilakukan hingga 29 November 2025. BSI terus memperkuat keamanan digital dan edukasi nasabah untuk memastikan proses pembayaran berjalan lancar selama periode pembayaran 24 November - 23 Desember 2025.
PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) muncul sebagai pemimpin jelas dalam pembayaran biaya haji jamaah reguler 2026, menguasai 81% pangsa pasar total jamaah terdaftar. Hingga 29 November 2025, bank ini telah memproses pembayaran untuk 1.616 jamaah dari total 1.916 pembayaran yang dilakukan di semua bank.
Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan bahwa posisi dominan BSI dalam pembayaran haji terlihat dari 164.319 jamaah (81,5% dari total kuota haji Indonesia) yang memiliki tabungan haji di bank ini. Bank-bank lain tertinggal signifikan: Bank Muamalat (109 jamaah), Bank Jatim (79 jamaah), BTN (63 jamaah), dan Bank Mega Syariah (28 jamaah).
Manajemen BSI telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan proses pembayaran berjalan lancar. Bank ini memperkuat keamanan transaksi digital untuk melindungi data dan dana nasabah. Serentak dengan itu, BSI melakukan edukasi nasabah secara komprehensif melalui berbagai kanal termasuk media sosial resmi, call center (14040), dan jaringan cabang untuk memandu jamaah melalui proses pembayaran dan dokumentasi yang diperlukan.
Kinerja bank yang kuat dalam layanan haji sejalan dengan fokus strategisnya pada inisiatif tanggung jawab sosial dan agama. Dengan 83% jamaah haji Indonesia menjadi nasabah BSI, bank ini berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan kepemimpinannya di segmen ini. Eksekusi layanan pembayaran haji yang berhasil diharapkan dapat lebih meningkatkan posisi pasar BSI di sektor perbankan syariah.
Hajj Payment Processing
BSI Market Dominance