Key insights and market outlook
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) meluncurkan layanan khusus bagi korban banjir di Aceh untuk menukar uang rusak, memastikan kelangsungan finansial selama krisis. Bank telah memulihkan 145 cabang yang terdampak banjir dan memberikan layanan transparan sesuai regulasi Bank Indonesia. Inisiatif BSI mencakup layanan penukaran uang di semua outlet Aceh, memungkinkan nasabah terdampak menukar uang tunai yang rusak menjadi mata uang yang dapat digunakan atau memulihkan saldo tabungan mereka.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) meluncurkan inisiatif bantuan komprehensif bagi korban banjir di Aceh dengan membuka layanan penukaran uang rusak untuk uang yang rusak akibat banjir. Langkah ini diambil setelah bank berhasil memulihkan 145 cabang yang terdampak banjir, memastikan semua layanan perbankan beroperasi normal.
Layanan penukaran uang tersedia di seluruh outlet BSI di Aceh, memungkinkan masyarakat terdampak menukar uang yang rusak akibat air menjadi uang yang valid atau memulihkan saldo tabungan mereka. Proses ini dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi Bank Indonesia, termasuk verifikasi fisik uang rusak dan identifikasi nasabah yang tepat.
Kinerja keuangan BSI tetap kuat meskipun tantangan akibat bencana alam. Hingga November 2025, bank ini melaporkan laba bersih sebesar Rp6,70 triliun, mencatatkan pertumbuhan 8,20% tahun-ke-tahun dari Rp6,20 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil bank mencapai Rp18,70 triliun, meningkat 12,57% YoY dari Rp16,61 triliun di November 2024.
Selain layanan penukaran uang, BSI aktif dalam upaya pemulihan di Aceh, termasuk pembersihan lumpur di kantor cabang, pengaktifan jaringan telekomunikasi, dan penyaluran bantuan logistik lebih dari 140 ton. Bank juga memulai pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk masyarakat terdampak, menunjukkan komitmennya mendukung pemulihan wilayah tersebut.
Special Currency Exchange Service Launch
Bank Branch Restoration
Financial Relief Measures