Key insights and market outlook
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberlakukan program restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak bencana alam di Aceh, memberikan keringanan melalui penundaan pembayaran dan penjadwalan ulang. Inisiatif ini, sejalan dengan program mitigasi pemerintah, bertujuan mendukung pemulihan ekonomi sambil menjaga praktik perbankan yang prudent. BSI telah mengoperasikan 97% cabang di Aceh dan berkoordinasi dengan regulator serta otoritas lokal untuk memastikan implementasi yang efektif.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah meluncurkan program restrukturisasi pembiayaan komprehensif bagi nasabah yang terdampak bencana alam di Aceh, menunjukkan komitmen bank dalam mendukung pemulihan ekonomi regional. Inisiatif ini mencakup restrukturisasi dan relaksasi pembiayaan bagi nasabah terdampak, memungkinkan mereka fokus pada pembangunan kembali bisnis dan kehidupan mereka 1
Program ini mencakup masa tenggang awal dari Desember 2025 hingga Maret 2026, di mana nasabah yang memenuhi syarat akan menerima penundaan pembayaran. Restrukturisasi lanjutan akan melibatkan penjadwalan ulang pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing nasabah 1
Inisiatif restrukturisasi BSI sejalan dengan program pemerintah terkait mitigasi dampak bencana hidrometeorologi di Sumatra, khususnya Aceh. Bank ini bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kementerian terkait, pemerintah daerah, dan lembaga penanggulangan bencana untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan regulasi dan praktik tata kelola perusahaan yang baik.
Hingga 18 Desember 2025, BSI telah mengembalikan operasional 97% cabang di Aceh (140 dari 145), dengan 78% ATM dan 89% layanan BSI Agent Laku Pandai telah beroperasi kembali. Bank mendorong nasabah untuk menggunakan layanan digital melalui BYOND by BSI, jaringan agen, dan call center 14040 untuk informasi terkait mekanisme restrukturisasi.
Hingga September 2025, BSI melaporkan total pembiayaan sebesar Rp301 triliun dengan rasio NPF gross sebesar 1,86%, menunjukkan kualitas aset yang relatif sehat. Posisi modal bank memberikan kapasitas yang cukup untuk melaksanakan program restrukturisasi secara efektif sambil menjaga praktik manajemen risiko yang prudent.
Loan Restructuring Program Launch
Disaster Relief Measures
Operational Recovery in Aceh