Key insights and market outlook
Badan Standardisasi Nasional (BSN) gencar mengimplementasikan Infrastruktur Mutu Nasional (IMN), yang terdiri dari standardisasi, akreditasi, dan metrologi. Inisiatif ini bertujuan menjadikan ekonomi Indonesia lebih berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Plt Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menekankan bahwa pemerataan layanan IMN di seluruh wilayah menjadi kunci transformasi ekonomi yang merata.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menekankan pentingnya Infrastruktur Mutu Nasional (IMN) dalam mendorong ekonomi Indonesia menjadi lebih berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Plt Kepala BSN, Y. Kristianto Widiwardono, menjelaskan bahwa IMN pada dasarnya terdiri dari tiga komponen utama: standardisasi, akreditasi, dan metrologi. Ketiga elemen ini menjadi fondasi dasar yang diperlukan untuk ketersediaan produk dengan standar yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Penerapan IMN didukung oleh berbagai lembaga penilaian kesesuaian, termasuk laboratorium uji, lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi, dan layanan metrologi. Seluruh elemen ini berperan penting dalam memastikan produk memenuhi persyaratan mutu secara konsisten. Namun, pemerataan layanan IMN masih menjadi tantangan signifikan, dengan beberapa wilayah kurang optimal dalam mengakses layanan ini. Keterbatasan ini seringkali mengakibatkan tambahan waktu, biaya, dan upaya bagi pelaku usaha untuk memenuhi standar mutu.
BSN menyadari bahwa pemerataan IMN menjadi fundamental dalam memastikan transformasi ekonomi tidak hanya terjadi di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi dirasakan di seluruh wilayah Indonesia. Kristianto menekankan bahwa tanpa keseimbangan ini, manfaat pembangunan ekonomi mungkin terkonsentrasi di area tertentu, meninggalkan wilayah lain di belakang. Oleh karena itu, BSN berfokus pada peningkatan ketersediaan dan aksesibilitas layanan IMN di seluruh Indonesia.
National Quality Infrastructure Implementation
Standardization Efforts Intensification