Key insights and market outlook
PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah menghabiskan penempatan dana pemerintah sebesar Rp25 triliun lebih cepat dari jadwal, yaitu pada November 2025. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa bank tersebut kini mengajukan permohonan penambahan penempatan dana pemerintah untuk terus mendukung ekspansi sektor perumahan 1
PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah berhasil menghabiskan seluruh penempatan dana pemerintah sebesar Rp25 triliun pada pertengahan November 2025, melebihi target awal pemerintah yaitu Desember 2025 1
Setelah penyaluran berhasil, BTN mengungkapkan minatnya untuk menerima tambahan penempatan dana pemerintah. Nixon menjelaskan bahwa permintaan ini bertujuan untuk mempertahankan ekspansi kredit bank hingga akhir tahun, terutama mendukung sektor perumahan yang masih aktif selama November dan Desember 1
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kekhawatirannya tentang permintaan BTN untuk tambahan dana. Dalam konferensi pers, Purbaya mencatat bahwa tingkat penyaluran BTN untuk penempatan dana pemerintah tahap pertama sebesar Rp55 triliun adalah yang terendah di antara bank-bank besar, hanya mencapai 41% 2
Penempatan pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank komersial pada September 2025 didistribusikan sebagai berikut: Rp55 triliun masing-masing untuk BRI, BNI, dan Mandiri, Rp25 triliun untuk BTN, dan Rp10 triliun untuk BSI. Hingga November 2025, Mandiri dan BRI mencapai 100% penyaluran, BNI mencapai 68%, sementara BTN tertinggal di 41% 2
Pernyataan Purbaya menunjukkan bahwa BTN perlu menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam memanfaatkan dana yang ada sebelum dipertimbangkan untuk penempatan tambahan. Situasi ini menyoroti pendekatan hati-hati pemerintah dalam mendistribusikan dana publik sambil menjaga stabilitas sistem keuangan.
Government Fund Disbursement Completion
Request for Additional Fund Placement