Key insights and market outlook
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) meluncurkan dua instrumen obligasi senilai Rp2,3 triliun untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pembiayaan perumahan. Obligasi yang diterbitkan termasuk obligasi sosial Rp300 miliar dengan tingkat kupon 5,30% dan obligasi subordinasi Rp2 triliun dengan tingkat kupon 6,65%. Penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp15 triliun, yang bertujuan mendukung pembiayaan perumahan rakyat dan meningkatkan kecukupan modal.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) telah mengumumkan penerbitan dua instrumen obligasi senilai total Rp2,3 triliun sebagai bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target Rp15 triliun. Obligasi ini dirancang untuk memperkuat struktur permodalan bank sekaligus mendukung misi utamanya dalam pembiayaan perumahan.
Instrumen pertama adalah Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I/2025 senilai Rp300 miliar. Obligasi ini memiliki tingkat bunga tetap 5,30% per tahun dengan tenor tiga tahun, jatuh tempo pada 12 Desember 2028. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek sosial, termasuk infrastruktur dasar terjangkau, perumahan rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan pembiayaan UMKM. Obligasi ini telah diperingkat idAAA oleh Pefindo, menunjukkan profil risiko yang sangat rendah.
Instrumen kedua adalah Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I/2025 senilai Rp2 triliun. Obligasi ini memiliki tingkat kupon tetap 6,65% per tahun dan tenor lima tahun, jatuh tempo pada 12 Desember 2030. Hasil penerbitan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan BTN sebagai modal pelengkap (Tier-2). Langkah ini merupakan bagian dari strategi bank untuk menjaga rasio kecukupan modal sambil memperluas portofolio kredit, khususnya di segmen pembiayaan perumahan. Obligasi subordinasi ini diperingkat idAA oleh Pefindo, mencerminkan kualitas tinggi namun dengan risiko moderat dibandingkan obligasi senior.
Penerbitan obligasi ganda ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk membangun basis pendanaan yang lebih berkelanjutan sambil memenuhi mandatnya sebagai bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan. Obligasi sosial akan mendukung pipeline proyek perumahan terjangkau, sementara obligasi subordinasi akan memperkuat modal bank untuk memperluas pemberian kredit KPR baik subsidi maupun non-subsidi.
BTN telah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi untuk penerbitan ini: PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Masa penawaran umum akan dilakukan pada 8-9 Desember 2025, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 15 Desember 2025.
BTN Bond Issuance
Social Bond Offering
Subordinated Bond Issuance