Key insights and market outlook
PT Bank Tabungan Negara (BTN) melaporkan bahwa perpanjangan tarif murah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) belum memberikan dampak signifikan terhadap volume transaksi. Nasabah kini memiliki banyak pilihan kanal transaksi, termasuk SKNBI, RTGS, dan mobile banking. Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menyatakan bahwa SKNBI hanyalah salah satu opsi bagi nasabah karena semakin beragamnya instrumen pembayaran dan transfer dana.
PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah mengamati bahwa perpanjangan tarif murah untuk Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) belum menyebabkan peningkatan signifikan dalam volume transaksi. Manajemen bank mengaitkan hal ini dengan meningkatnya jumlah alternatif saluran transaksi yang tersedia bagi nasabah.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan bahwa nasabah kini memiliki berbagai opsi untuk transaksi perbankan mereka. Opsi ini mencakup SKNBI, sistem Real-Time Gross Settlement (RTGS), dan layanan mobile banking. Menurut Rully, ketersediaan berbagai kanal ini telah membuat SKNBI menjadi hanya salah satu pilihan bagi nasabah.
Perluasan berbagai instrumen pembayaran dan transfer dana telah lebih jauh mengurangi dampak tarif SKNBI yang rendah. Seperti yang dicatat oleh Rully, nasabah dapat memilih antara SKNBI, RTGS, atau mobile banking untuk transaksi mereka, dengan mobile banking yang sangat luas digunakan. Diversifikasi dalam opsi transaksi ini telah mengurangi signifikansi relatif SKNBI dalam lanskap transaksi secara keseluruhan.
SKNBI Tariff Extension
Banking Transaction Channel Diversification