BTN Targets Rp2 Trillion in Housing Loan Disbursement by 2025
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

BTN Bidik Penyaluran KPR Rp2 Triliun hingga Akhir 2025

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menargetkan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp2 triliun hingga akhir 2025. Bank ini fokus pada KPP bersama program perumahan lain yang didukung pemerintah. Meskipun waktu implementasinya singkat, BTN bekerja keras untuk memenuhi target penawaran dan permintaan, dengan penyaluran saat ini diperkirakan melebihi Rp1 triliun pada akhir tahun.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

BTN Menargetkan Penyaluran KPR Rp2 Triliun untuk 2025

Fokus Strategis pada Program Perumahan yang Didukung Pemerintah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menetapkan target ambisius untuk menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp2 triliun hingga akhir 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari fokus strategis bank pada program perumahan yang didukung pemerintah, bersama dengan inisiatif lain seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Tantangan Implementasi dan Kemajuan

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengakui tantangan dalam mencapai target mengingat program ini baru diumumkan pada akhir September 2025, sehingga waktu implementasinya terbatas. Meski demikian, bank ini bekerja intensif untuk mencapai target penawaran dan permintaan. Hingga November 2025, BTN tengah memproses aplikasi pinjaman secara agresif dan memperkirakan penyaluran akan melebihi Rp1 triliun pada akhir November, dengan pertumbuhan lebih lanjut diantisipasi pada Desember.

Potensi Pasar dan Demografi Sasaran

Program KPP secara khusus menyasar para wiraswasta dan pekerja sektor informal yang sebelumnya telah menerima KUR atau fasilitas pembiayaan lain namun belum memiliki rumah. Dengan besarnya populasi sektor informal di Indonesia, BTN melihat potensi besar untuk KPP. Nixon Napitupulu menekankan bahwa sektor informal jauh lebih besar daripada sektor formal, sehingga menciptakan permintaan signifikan untuk pinjaman perumahan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari kepemilikan rumah hingga tempat usaha atau gudang.

Dinamika Penawaran dan Permintaan

BTN telah mendapatkan alokasi target penawaran sebesar Rp7,5 triliun, meskipun Direktur Utama BTN mengakui bahwa mencapai jumlah penuh mungkin sulit dalam waktu yang tersisa. Namun, bank ini yakin akan melampaui target penyaluran Rp2 triliun. Di sisi permintaan, BTN memiliki target Rp2 triliun dan berupaya untuk melebihi penyaluran Rp1 triliun pada akhir tahun. Keterlambatan sedikit dalam realisasi disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan dan pengolahan data setelah pengumuman program.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBTN

Topics Covered

Housing FinanceGovernment ProgramsBanking Sector

Key Events

1

KPP Disbursement Target

2

Housing Loan Program Launch

Timeline from 1 verified sources