Key insights and market outlook
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat di 2025 dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih 44,49% YoY menjadi Rp12,61 triliun hingga Q3 2025. Analis dari Binaartha Sekuritas dan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan potensi kenaikan 13,5% ke target harga Rp1.345. Spin-off strategis BTN Syariah dan dukungan pemerintah di sektor perumahan menjadi pendorong pertumbuhan utama. Laba bersih tumbuh 10,58% YoY menjadi Rp2,30 triliun hingga September 2025.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menunjukkan perbaikan signifikan dalam kinerja keuangannya sepanjang 2025. Pendapatan bunga bersih (NII) bank tumbuh 44,49% tahun-ke-tahun (YoY) menjadi Rp12,61 triliun pada akhir Q3 2025. Pertumbuhan substansial ini mencerminkan keberhasilan bank dalam meningkatkan yield aset sambil mengelola biaya dana secara efektif, sehingga berdampak positif pada profitabilitas.
Analis Binaartha Sekuritas, Avanza Bagus Aditya dan Achmadi Hangradhika, mencatat bahwa BTN memasuki fase pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Keputusan strategis bank untuk melakukan spin-off BTN Syariah dipandang positif, membuka peluang pertumbuhan baru, khususnya di segmen pembiayaan syariah yang memiliki potensi besar dalam jangka panjang.
Binaartha Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BTN dengan target harga Rp1.345, menunjukkan potensi kenaikan sekitar 13,5% dari level saat ini. Pandangan positif ini didukung oleh fundamental keuangan BTN yang membaik, termasuk pertumbuhan laba bersih 10,58% YoY menjadi Rp2,30 triliun hingga September 2025. Perbaikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih, yang pada gilirannya meningkatkan marjin bunga bersih (NIM) sebesar 100 basis poin YoY menjadi 3,9% pada Q3 2025.
Analis Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, menekankan bahwa komitmen kuat pemerintah di sektor perumahan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan BTN di 2026. Pemerintah telah mengalokasikan kuota 350.000 unit di bawah program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan terus mendukung inisiatif KPP (Kredit Program Perumahan). Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit BTN secara signifikan di tahun mendatang.
Baik Binaartha Sekuritas maupun Mandiri Sekuritas memiliki pandangan positif terhadap prospek BTN. Mandiri Sekuritas mencatat bahwa BTN mempertahankan NIM sebesar 4,0% sepanjang sepuluh bulan pertama 2025, meningkat signifikan dari 2,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini didukung oleh yield aset yang lebih tinggi dan penurunan biaya dana menjadi 4,2%.
Net Interest Income Growth
Strategic Spin-off of BTN Syariah
Government Housing Support Programs