Key insights and market outlook
PT Buana Finance Tbk (BBLD) telah memperoleh fasilitas kredit Rp950 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), yang terdiri dari pinjaman jangka panjang Rp750 miliar dengan tenor hingga 48 bulan dan pinjaman jangka pendek Rp200 miliar dengan jangka waktu 12 bulan. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan modal kerja perseroan untuk pembiayaan konsumen dan financial lease, yang dijamin dengan piutang perseroan. Perjanjian kredit terbaru ini mengikuti fasilitas Rp500 miliar sebelumnya dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada September 2025.
PT Buana Finance Tbk (BBLD), pemain penting di sektor pembiayaan konsumen Indonesia, telah berhasil memperoleh fasilitas kredit senilai Rp950 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Perjanjian kredit, yang ditandatangani pada 23 Desember 2025, terdiri dari dua komponen utama: pinjaman jangka panjang Rp750 miliar dengan tenor maksimum 48 bulan dan fasilitas kredit jangka pendek Rp200 miliar dengan jangka waktu 12 bulan.
Pengaturan keuangan ini dirancang khusus untuk memperkuat kebutuhan modal kerja Buana Finance, terutama untuk segmen bisnis intinya: pembiayaan konsumen dan operasi financial lease. Fasilitas ini dijamin dengan piutang perusahaan, memberikan struktur keuangan yang kuat untuk transaksi tersebut. Menurut Corporate Secretary Ahmad Khaetami, pendanaan tambahan ini akan memungkinkan perusahaan untuk memperluas aktivitas pembiayaan konsumen dan leasing secara efektif.
Perkembangan terbaru ini mengikuti perjanjian fasilitas kredit serupa yang dibuat pada September 2025, di mana Buana Finance memperoleh Rp500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Fasilitas sebelumnya disusun sebagai pinjaman angsuran dengan tenor maksimum 36 bulan dan juga dijamin dengan piutang perusahaan. Kedua perjanjian kredit ini menunjukkan hubungan kuat perusahaan dengan bank-bank besar Indonesia dan kemampuannya untuk memperoleh pendanaan signifikan untuk ekspansi bisnis.
Manajemen Buana Finance menekankan bahwa fasilitas kredit terbaru tidak akan memiliki dampak buruk material terhadap kondisi keuangan perusahaan, status hukum, atau kelangsungan bisnis. Sebaliknya, diharapkan dapat memperkuat posisi pasar perusahaan di sektor pembiayaan konsumen. Modal tambahan ini kemungkinan akan meningkatkan kemampuan kompetitif Buana Finance dan mendukung inisiatif pertumbuhan di pasar jasa keuangan Indonesia.
Credit Facility Agreement
Working Capital Enhancement
Consumer Finance Expansion