Key insights and market outlook
Perum Bulog berencana untuk menggandakan stok beras di wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil karena stok saat ini telah berkurang akibat upaya bantuan. Di Aceh saja, stok beras telah menurun dari 97.416 ton menjadi 82.296 ton. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi inflasi di Kementerian Dalam Negeri.
Perum Bulog telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan signifikan stok beras di wilayah yang terdampak bencana alam baru-baru ini. Perusahaan milik negara ini akan menggandakan stok berasnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memastikan ketahanan pangan selama periode kritis ini. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi inflasi yang diadakan di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada 1 Desember 2025.
Menurut Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, stok saat ini telah berkurang akibat upaya bantuan yang luas. Di Aceh, misalnya, stok beras telah menurun signifikan dari 97.416 ton menjadi 82.296 ton. Situasi serupa terjadi di wilayah terdampak lainnya, sehingga perlu pengisian stok yang mendesak.
Keputusan untuk menggandakan stok beras didorong oleh tingkat keparahan dan luasnya kerusakan akibat bencana. Ramdhani menjelaskan bahwa dampaknya lebih signifikan dari yang awalnya diperkirakan, sehingga memerlukan respons yang lebih substansial. Peningkatan stok akan membantu menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga di wilayah terdampak.
Selain beras, Bulog juga memantau komoditas pangan penting lainnya. Di Aceh, misalnya, ketersediaan minyak goreng saat ini mencapai 1.103.843 liter. Perusahaan ini terus memantau situasi untuk memastikan bahwa semua komoditas penting tetap tersedia bagi masyarakat terdampak.
Rice Stock Increase
Disaster Relief Efforts
Food Security Measures