Bumi Resources Predicts Stable Coal Prices for 2026 Amid Global Surplus
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Bumi Resources Prediksi Harga Batu Bara Stagnan Tahun 2026 di Tengah Surplus Global

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan tambang batu bara milik Bakrie Grup, memprediksi bahwa harga batu bara akan tetap stagnan di tahun 2026 karena surplus pasokan global. Direktur perusahaan, Maringan M. Ido Hotna Hutabarat, menyatakan bahwa kondisi surplus ini akan mencegah kenaikan harga yang signifikan dibandingkan tahun 2025. Harga batu bara termal global saat ini masih tertekan, dengan Newcastle Coal Price berada di US$103,95 per ton pada Oktober 2025 dan Harga Batubara Acuan (HBA) di US$103,75 per ton pada November 2025.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bumi Resources Prediksi Harga Batu Bara Stagnan di 2026

Surplus Pasokan Global Menjaga Tekanan Harga

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan tambang batu bara terkemuka milik Bakrie Grup, telah memprediksi bahwa harga batu bara kemungkinan akan tetap stagnan di tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada kondisi surplus pasokan global yang masih terjadi di pasar batu bara. Maringan M. Ido Hotna Hutabarat, direktur perusahaan, menjelaskan dalam acara Public Expose virtual pada 1 Desember 2025, bahwa surplus ini telah menjaga tekanan pada harga batu bara, mencegah kenaikan yang signifikan.

Situasi Harga Batu Bara Saat Ini

Harga batu bara termal global telah berada di bawah tekanan sepanjang tahun 2025. Hingga Oktober 2025, Newcastle Coal Price tercatat di US$103,95 per ton. Demikian pula, Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode pertama November 2025 ditetapkan di US$103,75 per ton. Harga-harga ini menunjukkan tekanan lanjutan pada pasar batu bara karena surplus pasokan.

Dampak pada Bumi Resources

Menurut Ido, harga batu bara yang stagnan tidak akan berdampak signifikan pada pendapatan Bumi Resources di tahun 2026 dibandingkan dengan 2025. Perusahaan memperkirakan pendapatannya akan tetap relatif stabil kecuali jika terjadi peningkatan signifikan dalam impor batu bara oleh China. "Kecuali jika China meningkatkan kembali impor batu baranya, pendapatan akan kurang lebih sama di tahun 2026 dibandingkan 2025," jelas Ido. Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan hati-hati perusahaan terhadap kinerja keuangannya untuk tahun mendatang.

Dinamika Pasar dan Prospek Masa Depan

Industri batu bara tetap sensitif terhadap fluktuasi permintaan global, terutama dari konsumen besar seperti China. Setiap perubahan signifikan dalam kebijakan impor China dapat berpotensi mempengaruhi harga batu bara global. Namun, saat ini pasar diperkirakan akan tetap dalam kondisi surplus, menjaga stabilitas harga saat ini.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BUMI

Topics Covered

Coal Market OutlookEnergy Commodity PricesMining Industry Forecast

Key Events

1

Coal Price Forecast

2

Global Supply Surplus Impact

Timeline from 1 verified sources