Key insights and market outlook
PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan tambang batu bara milik Bakrie Grup, memprediksi bahwa harga batu bara akan tetap stagnan di tahun 2026 karena surplus pasokan global. Direktur perusahaan, Maringan M. Ido Hotna Hutabarat, menyatakan bahwa kondisi surplus ini akan mencegah kenaikan harga yang signifikan dibandingkan tahun 2025. Harga batu bara termal global saat ini masih tertekan, dengan Newcastle Coal Price berada di US$103,95 per ton pada Oktober 2025 dan Harga Batubara Acuan (HBA) di US$103,75 per ton pada November 2025.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan tambang batu bara terkemuka milik Bakrie Grup, telah memprediksi bahwa harga batu bara kemungkinan akan tetap stagnan di tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada kondisi surplus pasokan global yang masih terjadi di pasar batu bara. Maringan M. Ido Hotna Hutabarat, direktur perusahaan, menjelaskan dalam acara Public Expose virtual pada 1 Desember 2025, bahwa surplus ini telah menjaga tekanan pada harga batu bara, mencegah kenaikan yang signifikan.
Harga batu bara termal global telah berada di bawah tekanan sepanjang tahun 2025. Hingga Oktober 2025, Newcastle Coal Price tercatat di US$103,95 per ton. Demikian pula, Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode pertama November 2025 ditetapkan di US$103,75 per ton. Harga-harga ini menunjukkan tekanan lanjutan pada pasar batu bara karena surplus pasokan.
Menurut Ido, harga batu bara yang stagnan tidak akan berdampak signifikan pada pendapatan Bumi Resources di tahun 2026 dibandingkan dengan 2025. Perusahaan memperkirakan pendapatannya akan tetap relatif stabil kecuali jika terjadi peningkatan signifikan dalam impor batu bara oleh China. "Kecuali jika China meningkatkan kembali impor batu baranya, pendapatan akan kurang lebih sama di tahun 2026 dibandingkan 2025," jelas Ido. Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan hati-hati perusahaan terhadap kinerja keuangannya untuk tahun mendatang.
Industri batu bara tetap sensitif terhadap fluktuasi permintaan global, terutama dari konsumen besar seperti China. Setiap perubahan signifikan dalam kebijakan impor China dapat berpotensi mempengaruhi harga batu bara global. Namun, saat ini pasar diperkirakan akan tetap dalam kondisi surplus, menjaga stabilitas harga saat ini.
Coal Price Forecast
Global Supply Surplus Impact