Key insights and market outlook
Harga cabai, terutama cabai rawit merah, melonjak signifikan akibat perubahan cuaca dan masalah distribusi. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh petani yang mengurangi panen selama cuaca buruk, sehingga memperparah keterbatasan pasokan. Situasi ini menyoroti kerentanan rantai pasokan pertanian Indonesia terhadap faktor iklim.
Harga cabai, terutama cabai rawit merah, mengalami lonjakan signifikan akibat kombinasi perubahan cuaca yang tidak mendukung dan masalah distribusi. Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), produk seperti cabai dan sayuran lainnya sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, menjelaskan bahwa selama periode cuaca buruk, seperti hujan lebat, petani cenderung meminimalkan panen, sehingga mengurangi pasokan dan menyebabkan harga naik.
Jaringan distribusi juga memainkan peran penting dalam kenaikan harga saat ini. Masalah logistik semakin memperumit rantai pasokan, sehingga sulit untuk menjaga pasokan cabai yang stabil ke pasar. Situasi ini menekankan perlunya perbaikan infrastruktur distribusi pertanian Indonesia untuk mengurangi dampak tantangan semacam ini di masa depan.
Lonjakan harga cabai dapat memiliki implikasi lebih luas terhadap inflasi pangan, karena cabai adalah bahan pokok dalam masakan Indonesia. Volatilitas harga cabai seringkali berkontribusi pada inflasi harga pangan secara keseluruhan, yang mempengaruhi anggaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah yang menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk pangan.
Chili Price Surge
Supply Chain Disruption Due to Weather