Key insights and market outlook
Walaupun menghadapi sanksi Barat, China dan Rusia telah memperkuat kemitraan mereka, menurut Duta Besar Rusia untuk China, Igor Morgulov. Kerja sama bilateral yang semakin mendalam mencakup peningkatan komunikasi, kepercayaan timbal balik, dan peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral. Kedua negara memandang tekanan Barat sebagai upaya untuk membatasi perkembangan teknologi mereka dan merusak persaingan yang adil.
Kemitraan antara China dan Rusia telah tumbuh lebih kuat meskipun ada sanksi Barat yang sedang berlangsung, menurut Igor Morgulov, Duta Besar Rusia untuk China. Berbicara di Renmin University of China, Morgulov menyatakan bahwa tekanan Barat tidak melemahkan hubungan Beijing-Moskow; sebaliknya, tekanan tersebut telah mendorong kedua negara untuk meningkatkan saluran komunikasi mereka dan membangun tingkat kepercayaan timbal balik yang lebih tinggi.
Morgulov menggambarkan situasi global saat ini sebagai "sangat kompleks" dan mencatat bahwa pendalaman kemitraan China-Rusia adalah respons terhadap upaya eksternal untuk membatasi perkembangan teknologi mereka dan merusak prinsip persaingan yang adil. Duta besar tersebut menekankan bahwa kedua negara telah mengembangkan saluran komunikasi yang efektif dan berkolaborasi untuk memastikan stabilitas dalam rantai pasokan global.
Penguatan hubungan China-Rusia memiliki implikasi signifikan bagi keuangan dan perdagangan global, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Peralihan ke transaksi mata uang lokal dalam perdagangan bilateral berpotensi mengurangi dominasi mata uang Barat dalam perdagangan global dan menciptakan peluang baru untuk kerja sama keuangan di antara negara-negara yang menghadapi tantangan geopolitik serupa.
China-Russia Bilateral Trade Enhancement
Local Currency Transaction Increase