Key insights and market outlook
China telah mengumumkan penyesuaian tarif untuk berbagai produk mulai tahun depan, termasuk pengurangan bea impor komoditas berbasis sumber daya seperti bubuk daur ulang untuk baterai lithium-ion. Otoritas Jasa Keuangan tidak terlibat langsung, namun langkah ini dapat mempengaruhi rantai pasokan global dan berpotensi menguntungkan eksportir Indonesia. Penyesuaian ini juga akan menurunkan tarif impor pada produk medis termasuk pembuluh darah buatan dan alat diagnostik untuk penyakit menular.
China telah mengumumkan penyesuaian tarif yang komprehensif yang akan berlaku pada tahun 2026, menandai perubahan signifikan dalam kebijakan perdagangan negara tersebut. Penyesuaian ini termasuk pengurangan besar-besaran dalam bea impor pada berbagai komoditas berbasis sumber daya dan produk medis. Menurut Komisi Tarif Dewan Negara, tarif impor sementara pada 935 produk akan diturunkan di bawah tingkat Most Favored Nation (MFN) yang diterapkan pada semua negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Struktur tarif baru ini akan sangat menguntungkan komoditas yang terkait dengan penyimpanan energi dan teknologi terbarukan. Khususnya, bubuk daur ulang untuk baterai lithium-ion akan melihat pengurangan signifikan dalam bea impor. Langkah ini diharapkan memiliki implikasi jangka panjang bagi rantai pasokan global, terutama di sektor energi bersih.
Selain komoditas berbasis sumber daya, China juga akan mengurangi bea impor pada berbagai produk medis. Produk yang terkena dampak termasuk pembuluh darah buatan dan alat diagnostik untuk penyakit menular, yang sangat penting untuk pengembangan infrastruktur kesehatan. Pengurangan tarif ini kemungkinan akan membuat pasokan medis penting ini lebih mudah diakses dan terjangkau di pasar China.
Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak terlibat langsung dalam perubahan kebijakan ini, penyesuaian tersebut dapat memiliki implikasi signifikan bagi dinamika perdagangan global. Negara-negara dengan kemampuan ekspor kuat dalam kategori komoditas ini, termasuk Indonesia, mungkin akan melihat peningkatan permintaan produk mereka. Langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan China untuk menyeimbangkan kebijakan perdagangannya dengan kebutuhan ekonomi domestik sambil mematuhi peraturan WTO.
China Tariff Adjustment 2026
Import Duty Reduction on Resources and Medical Products