Key insights and market outlook
China memberlakukan tarif impor baru untuk produk susu dari Uni Eropa mulai 24 Desember 2025 untuk melindungi peternak sapi perah dalam negeri yang tertekan akibat kelebihan pasokan dan penurunan konsumsi. Keputusan ini diambil setelah industri susu China merugi selama empat tahun berturut-turut akibat produksi berlebih dan subsidi pemerintah yang berkurang pada 2025.
China telah resmi memberlakukan tarif impor baru untuk produk susu dari Uni Eropa, efektif mulai 24 Desember 2025. Langkah kebijakan ini dirancang untuk melindungi peternak sapi perah dalam negeri dari kompetisi internasional di tengah kelebihan pasokan kronis dan penurunan konsumsi domestik. Industri susu China telah mengalami tekanan finansial dengan kerugian selama empat tahun berturut-turut menurut Yifan Li, Head of Dairy Asia di StoneX.
Sektor susu di China menghadapi tantangan signifikan, terutama karena kapasitas produksi berlebih dan subsidi pemerintah yang berkurang di 2025. Tekanan ekonomi semakin diperparah oleh melemahnya permintaan konsumen, menciptakan badai sempurna bagi peternak sapi perah. Li menggambarkan industri ini sebagai telah 'berdarah-darah' akibat tekanan tersebut, menekankan bahwa langkah tarif ini merupakan respons langsung terhadap tantangan-tantangan tersebut.
Penerapan tarif impor pada produk susu Uni Eropa diharapkan memberikan bantuan langsung bagi peternak sapi perah China dengan mengurangi kompetisi dari produk impor. Langkah proteksionis ini sejalan dengan kebijakan dukungan pertanian yang lebih luas di China yang bertujuan menjaga ketahanan pangan dan mendukung produsen dalam negeri. Keputusan ini mencerminkan keseimbangan strategis antara melindungi kepentingan nasional dan menavigasi hubungan perdagangan internasional.
China Implements EU Dairy Tariffs
Dairy Industry Protection Measure