Key insights and market outlook
Meski ada gencatan dagang antara China dan AS pada Oktober 2025, ketegangan terkait ekspor rare earth terus berlanjut karena China masih membatasi bahan baku strategis seperti disprosium dan Praseodimium-neodimium oksida. China beralih mengekspor produk jadi seperti magnet permanen sambil membatasi pengiriman bahan mentah, sehingga menghambat upaya AS untuk membangun rantai pasok independen. Pembatasan ini berdampak pada berbagai industri termasuk otomotif, elektronik konsumen, dan sistem pertahanan.
Ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat tetap tinggi di sektor strategis unsur tanah jarang atau rare earth. Meskipun Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping sepakat melonggarkan pembatasan pasokan sejak Oktober 2025, realita di lapangan menunjukkan cerita yang berbeda. China masih membatasi ekspor bahan baku krusial yang dibutuhkan AS untuk memproduksi magnet permanen dan berbagai produk teknologi strategis.
China kini memilih meningkatkan pengiriman produk jadi, terutama magnet permanen, sambil tetap membatasi bahan mentah seperti disprosium dalam bentuk logam dan Praseodimium-neodimium oksida. Strategi ini mempersulit upaya AS untuk membangun rantai pasok domestik yang independen, yang menjadi prioritas pemerintahan Trump. Pembatasan bahan mentah yang terus berlanjut bertentangan dengan pernyataan Trump bahwa kesepakatan perdagangan tersebut mewakili penghapusan pembatasan secara de facto.
Bahan rare earth yang dimaksud sangat krusial bagi berbagai industri, mulai dari otomotif, elektronik konsumen, hingga sistem pertahanan. Pembatasan yang terus berlanjut memiliki implikasi signifikan bagi kapabilitas teknologi dan industri kedua negara. Situasi ini menegaskan bahwa gencatan dagang yang dicapai Trump dan Xi dalam pertemuan mereka di Korea Selatan pada 30 Oktober 2025, belum sepenuhnya meredakan ketegangan yang mendasarinya.
Ketegangan perdagangan rare earth antara China dan AS ini menyoroti kompleksitas hubungan perdagangan kedua negara, khususnya di sektor strategis seperti rare earth. Dengan China yang terus mengontrol pasokan bahan krusial, AS menghadapi tantangan dalam mengamankan komponen yang diperlukan untuk produksi teknologi canggih. Situasi ini kemungkinan akan terus mempengaruhi rantai pasokan global dan pengembangan teknologi di tahun-tahun mendatang.
Rare Earth Trade Restrictions
China-US Trade Truce
Strategic Materials Export Limitations