Key insights and market outlook
China Vanke, pengembang properti besar China, mengajukan masa tenggang 30 hari untuk pembayaran obligasi senilai 2 miliar yuan (sekitar US$283,6 juta) yang jatuh tempo pada 15 Desember 2025. Perusahaan juga mengusulkan penundaan pembayaran pokok selama satu tahun dan membayar bunga 60 juta yuan paling lambat 22 Desember 2025. Langkah ini diambil di tengah tantangan yang sedang dihadapi sektor properti China.
China Vanke, salah satu pengembang properti terbesar di China, mengajukan masa tenggang 30 hari untuk pembayaran obligasi senilai 2 miliar yuan (sekitar US$283,6 juta) yang jatuh tempo pada 15 Desember 2025. Masa tenggang awal hanya lima hari, namun Vanke berupaya memperpanjangnya menjadi 30 hari perdagangan.
Perusahaan telah mengajukan beberapa proposal utama:
Perkembangan ini terjadi di tengah tantangan yang sedang dihadapi sektor properti China, dimana beberapa pemain besar menghadapi masalah likuiditas. Proposal Vanke menunjukkan upaya perusahaan dalam mengelola kewajibannya di tengah kondisi pasar yang sulit. Hasil dari permintaan ini akan diawasi ketat oleh investor dan dapat memiliki implikasi bagi sektor properti China secara lebih luas.
Bond Payment Grace Period Extension Request
Debt Restructuring Proposal