Key insights and market outlook
Permintaan mobil mewah impor di China menurun karena meningkatnya daya saing produsen kendaraan listrik (EV) lokal. Faktor-faktor yang berkontribusi pada tren ini termasuk harga yang lebih rendah untuk EV domestik dan subsidi pemerintah hingga Rp 47,14 juta untuk pembelian EV lokal. Pergeseran ini berdampak pada merek mobil mewah Eropa seperti Porsche, Aston Martin, Mercedes-Benz, dan BMW.
Pasar mobil mewah di China mengalami penurunan signifikan dalam permintaan kendaraan impor, terutama karena pertumbuhan cepat dan daya saing industri kendaraan listrik (EV) lokal. Menurut laporan terbaru, konsumen China semakin menyukai merek EV domestik daripada mobil mewah impor.
Faktor utama yang mendorong pergeseran ini adalah daya saing harga produsen EV lokal. Merek domestik menawarkan kendaraan dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil mewah impor. Selain itu, pemerintah China memberikan insentif besar untuk meningkatkan adopsi EV, termasuk subsidi hingga 20.000 yuan (sekitar Rp 47,14 juta) untuk pembelian kendaraan listrik dan hibrida.
Produsen mobil mewah Eropa seperti Porsche, Aston Martin, Mercedes-Benz, dan BMW sangat terpengaruh oleh tren ini. Penurunan permintaan kendaraan impor mereka di China menimbulkan tantangan signifikan bagi pangsa pasar dan kinerja penjualan mereka di wilayah tersebut.
Paul Gong, kepala Riset Industri Otomotif China di UBS, mencatat bahwa konsumen semakin memilih model entry-level yang lebih terjangkau, yang sebagian besar diproduksi di China. Ketersediaan diskon besar pada kendaraan yang diproduksi secara lokal semakin meningkatkan daya tariknya bagi pembeli yang sadar biaya.
Decline in Luxury Car Imports
Rise of Local EV Manufacturers
Government Subsidies for EVs