Key insights and market outlook
Bank Sentral China (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya untuk ketujuh kalinya berturut-turut, dengan LPR 1 tahun tetap di 3% dan LPR 5 tahun di 3,5%. Keputusan ini diambil di tengah tanda-tanda pelemahan ekonomi dan sektor properti yang masih terpuruk, dengan bank sentral melakukan penyeimbangan antara mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas keuangan.
Bank Sentral China (PBOC) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya untuk ketujuh kalinya, dengan LPR 1 tahun tetap di 3% dan LPR 5 tahun di 3,5%. Langkah ini diambil sementara ekonomi China terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan, terutama di sektor properti yang masih dalam tekanan.
Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi dari survei Reuters. Pertumbuhan ekonomi China telah berada di bawah tekanan karena masalah yang berkelanjutan di pasar properti dan konsumsi yang lebih lemah. Meskipun menghadapi tantangan ini, PBOC tampaknya mempertahankan sikap waspada dalam kebijakan moneternya, menyeimbangkan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sambil memastikan stabilitas keuangan.
Pemeliharaan suku bunga LPR menunjukkan bahwa meskipun PBOC memantau situasi ekonomi dengan ketat, bank sentral belum siap untuk melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kekhawatiran inflasi dan dinamika mata uang. Tingkat LPR yang stabil diharapkan dapat mempertahankan sikap kebijakan moneter saat ini, memberikan kontinuitas bagi bisnis dan konsumen.
PBOC Maintains LPR
China Economic Policy Decision