Key insights and market outlook
Kaya China diam-diam memindahkan jet pribadi mereka ke negara-negara seperti Singapura dan Jepang untuk menghindari pengawasan regulasi yang meningkat di China. Jumlah jet bisnis di China daratan menurun menjadi 249 unit pada 2024 dari 270 unit pada tahun sebelumnya, sementara Singapura mengalami peningkatan sebesar 9 unit. Sementara itu, Hong Kong menambah 1 unit, mencapai total 56 unit. Tren ini mencerminkan preferensi yang meningkat untuk pengaturan perjalanan yang lebih diskrit di kalangan orang kaya China.
Orang kaya China diam-diam memindahkan jet pribadi mereka ke luar negeri, terutama ke Singapura dan Jepang, untuk menghindari peraturan yang semakin ketat di China. Pergeseran strategis ini terlihat dalam perubahan jumlah jet bisnis di berbagai wilayah.
Data dari Asian Sky Group mengungkapkan bahwa jumlah jet bisnis di China daratan turun menjadi 249 unit pada 2024, turun dari 270 unit pada tahun sebelumnya. Penurunan 8% ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam bagaimana orang kaya China mengelola perjalanan udara mereka.
Sebaliknya, wilayah tetangga mengalami peningkatan dalam registrasi jet bisnis. Singapura mencatat kenaikan 9 unit, meningkatkan statusnya sebagai hub transit yang disukai. Hong Kong menambah 1 unit, membawa totalnya menjadi 56 jet bisnis. Wilayah Asia-Pasifik secara keseluruhan mengalami peningkatan bersih 14 unit, mencapai total 1.156 jet bisnis.
Tren ini tidak terbatas pada relokasi jet. Banyak taipan China dan eksekutif kini memilih penerbangan komersial atau layanan jet bersama (jet timeshare) untuk perjalanan internasional mereka. Perubahan ini mencerminkan strategi yang lebih luas untuk menjaga kerahasiaan sambil menghadapi lanskap regulasi yang kompleks di China.
Regulasi yang semakin ketat di China adalah pendorong utama di balik tren ini. Ketika pemerintah memberlakukan kontrol yang lebih ketat, orang kaya mencari cara yang lebih fleksibel dan tidak mencolok untuk mengelola kebutuhan perjalanan mereka.
Pergeseran ini memiliki implikasi penting bagi industri jet bisnis di Asia. Sementara China mengalami penurunan, negara-negara seperti Singapura mendapat manfaat dari masuknya jet bisnis. Tren ini dapat menyebabkan rekonfigurasi hub jet bisnis di wilayah tersebut, dengan Singapura berpotensi muncul sebagai pusat yang lebih menonjol untuk penerbangan pribadi.
Private Jet Relocation Trend
Regulatory Crackdown in China
Shift in Business Jet Registrations