Key insights and market outlook
Konsultan properti PT Leads Property mencatat lonjakan signifikan permintaan sewa pabrik siap pakai (RBF) di Jabodetabek dari perusahaan-perusahaan China. Peningkatan ini didorong oleh tarif impor AS yang tinggi terhadap produk China, mendorong produsen mencari basis produksi alternatif. Associate Director Esti Susanti mencatat bahwa meskipun permintaan meningkat tajam, pasokan masih terbatas, menciptakan lingkungan pasar yang menantang.
Permintaan pabrik siap pakai (RBF) di wilayah Jabodetabek mengalami peningkatan signifikan, terutama didorong oleh perusahaan-perusahaan dari China. Menurut PT Leads Property, konsultan properti, lonjakan ini merupakan respons terhadap tarif impor tinggi yang dikenakan Amerika Serikat terhadap produk China. Associate Director Head of Industrial Services Leads Property, Esti Susanti, menyoroti bahwa tren ini menciptakan peluang dan tantangan di pasar properti industri.
Peningkatan permintaan disebabkan oleh produsen China yang mencari basis produksi alternatif untuk mengurangi dampak tarif AS. Namun, pasokan pabrik siap pakai di Jabodetabek tetap terbatas, menciptakan lingkungan kompetitif untuk fasilitas ini. Situasi ini kemungkinan akan mendorong kenaikan harga sewa dan tingkat hunian RBF di wilayah tersebut.
Tren ini menunjukkan minat meningkat terhadap Indonesia sebagai hub manufaktur potensial. Pasokan RBF yang terbatas menunjukkan bahwa pengembang mungkin perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan penawaran mereka untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Perkembangan ini dapat mendorong investasi lebih lanjut di sektor properti industri, terutama di wilayah dengan infrastruktur yang ada dan kondisi bisnis yang menguntungkan.
Increased Demand for RBF
Impact of US Tariffs on Chinese Products