Key insights and market outlook
Pemilik rumah di China beralih ke praktik takhayul seperti membeli jimat keberuntungan dan melakukan ritual di kuil dalam upaya putus asa untuk menjual properti mereka di tengah pasar real estat yang lesu. Permintaan yang menurun dan daya beli yang lemah membuat banyak orang tidak bisa menjual rumah mereka, memaksa mereka mencoba metode nonkonvensional untuk menarik pembeli. Fenomena ini mendapat perhatian signifikan di media sosial China.
Pasar properti di China telah mengalami penurunan signifikan, dengan permintaan yang menurun dan daya beli yang lemah mempengaruhi penjualan properti selama lima tahun terakhir. Akibatnya, pemilik rumah menjadi semakin putus asa untuk menjual properti mereka. Dalam peristiwa yang aneh, banyak yang menggunakan praktik takhayul dengan harapan menarik pembeli potensial.
Pemilik rumah telah melakukan berbagai ritual, termasuk berdoa di kuil dan membeli jimat keberuntungan yang diyakini dapat meningkatkan kemungkinan penjualan. Beberapa bahkan menulis kata 'terjual' di kertas merah untuk konon menarik keberuntungan. Metode tidak konvensional ini menyoroti frustrasi yang meningkat di kalangan pemilik properti yang berjuang menghadapi lesunya pasar.
Fenomena ini mendapat perhatian signifikan di platform media sosial China, dengan banyak pengguna membagikan pengalaman dan pengamatan mereka. Diskusi yang meluas ini membawa ke permukaan tindakan putus asa yang dilakukan orang-orang dalam menghadapi ketidakpastian finansial.
Lesunya pasar properti China menjadi perhatian karena memiliki implikasi lebih luas bagi stabilitas ekonomi negara. Sektor properti yang melemah dapat memiliki efek domino pada berbagai industri dan kepercayaan konsumen secara keseluruhan. Karenanya, langkah-langkah yang diambil oleh pemilik rumah, meskipun tidak ortodoks, menggarisbawahi urgensi situasi dan kebutuhan akan solusi efektif untuk menghidupkan kembali pasar.
Penurunan Permintaan Properti
Strategi Penjualan Takhayul
Dampak Ekonomi Pasar Properti