Key insights and market outlook
CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan pembiayaan modal kerja sebesar Rp741 miliar pada 2026, naik dari Rp677 miliar per November 2025. Perusahaan ini fokus pada penyederhanaan proses dan peningkatan pengalaman pelanggan untuk mencapai target tersebut. Pembiayaan modal kerja CNAF saat ini memberikan kontribusi 6% terhadap total portofolio Rp11,25 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh inisiatif pemerintah melalui POJK 46/2024 yang memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan pembiayaan.
CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), perusahaan pembiayaan otomotif terkemuka di Indonesia, telah menetapkan target ambisius untuk mencapai Rp741 miliar dalam pembiayaan modal kerja pada tahun 2026. Ini merupakan pertumbuhan signifikan dari Rp677 miliar yang tercatat hingga November 2025. Untuk mencapai target ini, CNAF fokus pada penyederhanaan proses dan peningkatan pengalaman pelanggan melalui transaksi yang lebih cepat dan efisien.
Hingga November 2025, portofolio pembiayaan modal kerja CNAF mencapai Rp677 miliar, sedikit menurun 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp686 miliar). Meskipun terjadi penurunan marginal, pembiayaan modal kerja perusahaan ini tetap memberikan kontribusi 6% terhadap total portofolio yang mencapai Rp11,25 triliun. Pembiayaan ini terutama didominasi oleh segmen UMKM, khususnya di sektor jasa dan pedagang eceran yang membutuhkan modal kerja untuk mengembangkan usaha mereka.
CNAF tetap optimis terhadap prospek pembiayaan modal kerja, didorong oleh inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peraturan baru POJK 46/2024 memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan pembiayaan untuk memaksimalkan penyaluran pembiayaan modal kerja. Menurut Ristiawan Suherman, Direktur Utama CNAF, peraturan ini merupakan peluang positif bagi perusahaan untuk memperluas pembiayaan modal kerja.
Meskipun optimis, CNAF menghadapi tantangan seperti daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan ketidakpastian pasar, yang menyebabkan beberapa bisnis menunda rencana ekspansi. Untuk mengatasi hal ini, CNAF berkomitmen menawarkan proses pembiayaan yang sederhana dan aman dengan persyaratan dokumentasi minimal. Pendekatan ini bertujuan mendorong lebih banyak bisnis untuk menggunakan pembiayaan modal kerja meskipun terdapat ketidakpastian ekonomi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa pembiayaan modal kerja tetap menjadi komponen penting dalam pertumbuhan industri multifinance. Hingga Oktober 2025, pembiayaan modal kerja tumbuh sebesar 9,28% year-on-year menjadi Rp53,19 triliun, menyumbang 10,53% dari total portofolio industri multifinance. Pertumbuhan ini menegaskan pentingnya pembiayaan modal kerja dalam mendukung operasional bisnis dan pemulihan ekonomi.
Working Capital Financing Target Increase
Regulatory Support through POJK 46/2024