Key insights and market outlook
CIMB Niaga (BNGA) akan memanfaatkan insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dari Bank Indonesia (BI) yang mulai berlaku Desember 2025, sambil mempertahankan panduan pertumbuhan kredit sebesar 5-6% untuk tahun ini. Manajemen bank menekankan bahwa ekspansi kredit akan tergantung pada permintaan pasar dan akan memprioritaskan manajemen risiko serta kualitas aset. Insentif KLM bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi pelonggaran kebijakan moneter.
CIMB Niaga menyambut baik peluncuran skema Likuiditas Makroprudensial (KLM) oleh Bank Indonesia, yang efektif mulai 1 Desember 2025. Direktur Utama CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa meskipun mereka menghargai dukungan likuiditas ini, ekspansi kredit bank akan tetap bergantung pada permintaan pasar yang saat ini masih lemah karena daya beli konsumen yang rendah.
Meskipun ada tambahan likuiditas dari BI melalui KLM, CIMB Niaga mempertahankan panduan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 5-6%, sesuai dengan Rencana Bisnis Bank. Keputusan ini mencerminkan pendekatan hati-hati bank dalam menyeimbangkan pertumbuhan dengan manajemen risiko. Lani menekankan bahwa bank akan terus berhati-hati dalam menjaga kualitas aset.
CIMB Niaga berkomitmen untuk mempertahankan pendekatan hati-hati dalam penyaluran kredit, dengan fokus pada mitigasi risiko. Bank akan terus menerapkan kriteria seleksi yang ketat untuk sektor dan segmen yang akan dibiayai di bawah KLM. Sikap hati-hati ini didorong oleh kondisi ekonomi saat ini dan kebutuhan untuk menjaga stabilitas keuangan.
Skema KLM adalah bagian dari upaya BI untuk mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi pelonggaran kebijakan moneter. Hingga September 2025, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 7,7% year-on-year, suatu tingkat yang dianggap belum cukup oleh BI sehingga diperlukan langkah-langkah tambahan. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Irman Robinson, menjelaskan bahwa KLM mencakup jalur kredit yang dirancang untuk memberikan likuiditas yang lebih besar bagi bank untuk mencapai target pertumbuhan kredit mereka.
Meskipun KLM memberikan likuiditas tambahan bagi bank untuk memperluas kredit, CIMB Niaga mengambil pendekatan wait-and-see, memantau pemulihan permintaan dari dunia usaha dan konsumen. Sikap hati-hati bank ini mencerminkan kehati-hatian yang lebih luas di dalam sektor perbankan terkait ekspansi kredit di lingkungan ekonomi saat ini.
BI Introduces Macroprudential Liquidity Incentive
CIMB Niaga Maintains Credit Growth Guidance