Key insights and market outlook
Ciputra Life melaporkan bahwa industri asuransi jiwa Indonesia mengalami kontraksi 2,06% tahun-ke-tahun dalam premi menjadi Rp132,85 triliun hingga September 2025. Perusahaan ini mengaitkan penurunan ini dengan lemahnya daya beli konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi dan suku bunga perbankan yang tinggi. Meskipun menghadapi tantangan, Ciputra Life tetap optimis terhadap pertumbuhan Q4 melalui inovasi produk dan peningkatan kemitraan bisnis.
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) melaporkan bahwa industri asuransi jiwa Indonesia mengalami kontraksi premi yang signifikan selama sembilan bulan pertama tahun 2025. Total premi asuransi jiwa mencapai Rp132,85 triliun hingga September 2025, mewakili penurunan tahun-ke-tahun sebesar 2,06%. Menurut Hengky Djojosantoso, CEO Ciputra Life, faktor utama yang mempengaruhi kontraksi ini adalah daya beli konsumen yang masih lemah.
Perusahaan menyoroti bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi makro Indonesia tetap stabil sekitar 5%, berbagai ketidakpastian ekonomi dan suku bunga perbankan yang tinggi telah menyebabkan lambatnya pengeluaran konsumen dan pertumbuhan kredit. Lingkungan ekonomi ini berdampak langsung pada sektor asuransi jiwa, dengan pendapatan premi sangat terpengaruh.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Ciputra Life fokus pada beberapa strategi utama:
Perusahaan tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi dan daya beli konsumen akan membaik di kuartal terakhir 2025, yang berpotensi meningkatkan pendapatan premi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Ciputra Life mencatat pendapatan premi sebesar Rp365 miliar hingga September 2025, mewakili 83% dari level tahun sebelumnya untuk periode yang sama. Ini berarti kontraksi premi sebesar 16,63% di Q3 2025. Namun, perusahaan berhasil mencapai peningkatan signifikan dalam laba komprehensif, naik menjadi Rp77,8 miliar dari Rp37,7 miliar tahun sebelumnya.
Perusahaan mengamati pergeseran preferensi pelanggan dari produk asuransi unit-linked (PAYDI) ke produk asuransi tradisional seperti asuransi kesehatan dan jiwa. Tren ini dipandang positif karena selaras dengan tujuan perlindungan fundamental produk asuransi.
Kontraksi premi asuransi jiwa telah berlangsung selama beberapa bulan, dengan Agustus 2025 mengalami penurunan 1,21% YoY (Rp117,51 triliun) dan Juli 2025 mengalami penurunan 0,84% YoY (Rp103,42 triliun). Tren yang terus berlanjut ini menggarisbawahi lingkungan yang menantang yang dihadapi industri asuransi jiwa di Indonesia selama 2025.
Life Insurance Premium Contraction
Consumer Purchasing Power Decline