Key insights and market outlook
Citilink berhasil mengoperasikan 37 armada pada akhir 2025, melampaui target awal 36 armada. Pencapaian ini merupakan hasil dari reaktivasi armada secara bertahap oleh Citilink dan GMF AeroAsia, meningkatkan kapasitas operasional dan konektivitas udara di Indonesia. Direktur Utama Darsito Hendroseputro menyatakan bahwa hal ini mencerminkan efektivitas strategi operasional Garuda Indonesia Group.
Citilink, anak perusahaan Garuda Indonesia Group, telah mencapai tonggak penting dengan mengoperasikan 37 armada pada akhir 2025, melampaui target awal 36 armada. Pencapaian ini merupakan hasil dari rencana reaktivasi armada strategis yang dilaksanakan Citilink bersama GMF AeroAsia. Proses reaktivasi bertahap ini tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional Citilink tetapi juga memperbaiki konektivitas udara di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Darsito Hendroseputro, Direktur Utama Citilink, keberhasilan ekspansi armada ini menunjukkan efektivitas strategi operasional Garuda Indonesia Group. Kemampuan perusahaan melampaui target awal menyoroti keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan operasional mereka. Pencapaian ini memposisikan Citilink sebagai pemain penting di pasar penerbangan Indonesia, dengan kemampuan yang lebih baik untuk melayani rute domestik dan berpotensi internasional.
Ekspansi armada yang berhasil ini memiliki beberapa implikasi bagi operasi Citilink di masa depan. Dengan kapasitas operasional yang meningkat, maskapai dapat mengeksplorasi rute baru, meningkatkan frekuensi pada rute yang sudah ada, dan memperbaiki kualitas layanan secara keseluruhan. Perkembangan ini kemungkinan akan berdampak positif pada posisi pasar dan kinerja keuangan Citilink di tahun-tahun mendatang.
Fleet Expansion Achievement
Operational Capacity Enhancement