Key insights and market outlook
PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) melaporkan adanya serangan siber pada 26 November 2025 yang mempengaruhi sistem perseroan. Perusahaan mengambil tindakan segera dengan melakukan pengalihan sementara sistem utama untuk mengurangi dampak. Proses pemulihan sedang berlangsung, dengan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) bekerja sama dengan otoritas terkait. Insiden ini telah menyebabkan gangguan layanan kepada debitur dan beberapa aktivitas operasional, namun CFIN memastikan bahwa hal ini tidak akan berdampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.
PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN), perusahaan keuangan terkemuka di Indonesia, mengungkapkan bahwa mereka mengalami serangan siber pada 26 November 2025. Sebagai respons, perusahaan segera melakukan penutupan sementara beberapa sistem utama sebagai langkah pencegahan. Tindakan ini, meskipun diperlukan untuk menahan pelanggaran, mengakibatkan gangguan layanan bagi nasabah dan mempengaruhi beberapa aktivitas operasional.
Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Clipan Finance bekerja sama erat dengan otoritas terkait untuk menilai situasi dan menerapkan penyesuaian teknis yang diperlukan. Perusahaan secara aktif terlibat dalam menstabilkan sistem dan mengembalikan operasi normal secara real-time untuk meminimalkan gangguan lebih lanjut. Proses pemulihan sedang berlangsung, dengan fokus pada pengamanan infrastruktur digital perusahaan.
Perusahaan melakukan pengumuman ini sebagai bagian dari kepatuhan terhadap POJK Nomor 31/POJK.04/2015 tentang pengungkapan fakta material oleh emiten atau perusahaan publik. Selain itu, pengungkapan ini mematuhi ketentuan Peraturan I-E sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00066/BEI/09-2022 tentang kewajiban penyampaian informasi.
Clipan Finance telah meyakinkan pemangku kepentingan bahwa serangan siber ini tidak diharapkan memiliki dampak material terhadap operasional bisnis, kedudukan hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha secara keseluruhan. Perusahaan memprioritaskan pemulihan layanan sambil menjaga transparansi sepanjang proses.
Cyber Attack Incident
System Disruption
Recovery Efforts