Key insights and market outlook
Emiten batubara besar Indonesia termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT ABM Investama Tbk (ABMM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menanggapi usulan penerapan bea keluar batubara. Perusahaan-perusahaan tersebut mengakui hak pemerintah untuk menerapkan kebijakan fiskal sembari mengungkapkan keprihatinan tentang potensi dampak terhadap iklim bisnis industri batubara domestik dan harga batubara global yang volatile.
Emiten batubara besar Indonesia, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT ABM Investama Tbk (ABMM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), telah menanggapi pertimbangan pemerintah Indonesia untuk menerapkan bea keluar batubara. Perusahaan-perusahaan tersebut mengakui kewenangan pemerintah dalam menetapkan kebijakan fiskal sembari menyoroti keprihatinan tentang potensi dampak terhadap industri batubara domestik.
Eko Prayitno, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan di PTBA, menyatakan bahwa meskipun perusahaan menghormati dan akan mematuhi peraturan pemerintah, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Keprihatinan utama berkisar pada harga batubara global yang volatile, yang dapat berdampak signifikan pada operasi dan profitabilitas industri. Perusahaan-perusahaan tersebut terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut dengan regulator untuk mengatasi keprihatinan ini.
Potensi penerapan bea keluar batubara dilihat sebagai bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk mengoptimalkan pendapatan negara dan memastikan nilai optimal dari sumber daya alam. Namun, pelaku industri berhati-hati tentang bagaimana kebijakan ini dapat mempengaruhi operasi bisnis mereka dan daya saing batubara Indonesia di pasar global. Perusahaan-perusahaan tersebut sangat prihatin tentang dampak kebijakan tersebut pada aktivitas ekspor mereka dan potensi tindakan balasan dari negara-negara pengimpor.
Perusahaan-perusahaan pertambangan batubara telah mengungkapkan kesediaan mereka untuk terlibat dalam diskusi dengan pemerintah untuk menemukan pendekatan yang seimbang yang mempertimbangkan kebutuhan optimalisasi pendapatan negara dan keberlanjutan industri batubara. Hasil diskusi ini diharapkan akan membentuk masa depan kebijakan ekspor batubara Indonesia dan memiliki implikasi signifikan bagi pertumbuhan dan perkembangan industri ini.
Potential Export Duty on Coal
Government Fiscal Policy Discussion