Key insights and market outlook
Analis merekomendasikan saham tertentu di sektor batubara meskipun kinerja yang menurun pada Q3 2025. PT Indika Energi Tbk (INDY) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mendapat rekomendasi 'Beli' karena peningkatan efisiensi dan strategi diversifikasi. Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direkomendasikan untuk ditahan karena proyek infrastruktur yang sedang berlangsung. Kinerja masa depan sektor ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh permintaan China dan harga komoditas.
Sektor batubara menghadapi tantangan signifikan pada Q3 2025, dengan penurunan kinerja keuangan di seluruh emiten besar. Meskipun ada tantangan ini, analis telah mengidentifikasi peluang dalam sektor ini.
PTBA mencatat pendapatan Rp 31,33 triliun pada Q3 2025, naik 2% tahun-ke-tahun. Namun, laba bersih perusahaan turun 56,25% menjadi Rp 1,4 triliun karena peningkatan 11% pada beban pokok pendapatan. Proyek perluasan angkutan batubara Tanjung Enim-Keramasan perusahaan sudah 58% selesai dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkutan sebesar 20 juta ton per tahun. Analis dari Helen Philip Sekuritas Indonesia merekomendasikan rating 'Hold' dengan target harga Rp 2.400.
Anak perusahaan INDY, Kideco, berhasil mengurangi biaya tunai sebesar 15% menjadi $44,5/ton pada Q3 2025. Hal ini dicapai melalui skema royalti baru yang diterapkan pada Mei 2025, yang menurunkan royalti dari 28% menjadi 19%, dan rasio pengupasan yang lebih rendah sebesar 5,1x. Meskipun laba bersih turun 25% tahun-ke-tahun menjadi $21 juta, segmen emas perusahaan diharapkan mendorong pertumbuhan di masa depan, dengan produksi dimulai pada H2 2026. Analis dari Yoga Ahmad Gifari, Sucor Sekuritas, merekomendasikan rating 'Beli' dengan target harga Rp 3.300.
ITMG secara aktif melakukan diversifikasi portofolio energinya, dengan kontrak energi terbarukan mencapai 102 MWp pada Q3 2025, naik 13% kuartal-ke-kuartal. Perusahaan juga mengakuisisi saham 9,62% di PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) senilai Rp 256,23 miliar, menandai langkah strategis ke rantai nilai nikel. Rizal Rafly dari Ajaib Sekuritas Asia merekomendasikan rating 'Beli' dengan target harga Rp 24.300.
Kinerja masa depan sektor batubara diperkirakan akan dipengaruhi oleh permintaan China dan harga komoditas global. Perusahaan yang dapat beradaptasi melalui langkah-langkah efisiensi dan strategi diversifikasi kemungkinan akan berkinerja lebih baik dalam kondisi pasar yang menantang.
Kinerja Kuartal III 2025
Strategi Diversifikasi ITMG
Pengurangan Biaya Kideco