Key insights and market outlook
Prospek komoditas global untuk tahun 2026 diperkirakan masih akan didorong oleh sentimen yang sama seperti tahun 2025, dengan logam mulia dan logam industri tertentu menunjukkan potensi kuat. Analis Lukman Leong dari Doo Financial Futures menekankan bahwa emas, perak, dan tembaga akan sangat menjanjikan karena tensi geopolitik, kebijakan moneter global, dan meningkatnya permintaan dari teknologi baru seperti AI, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.
Pasar komoditas global untuk tahun 2026 diperkirakan akan terus mengikuti jalur yang sama seperti tahun 2025, didorong oleh berbagai faktor global. Menurut Lukman Leong, Analis Komoditas di Doo Financial Futures, beberapa komoditas tertentu diprediksi akan lebih unggul dibandingkan yang lain. Logam mulia dan logam industri tertentu diperkirakan sangat menjanjikan, dengan emas, perak, dan tembaga menjadi yang paling menonjol.
Emas diperkirakan akan tetap kuat didukung oleh permintaan bank sentral dan meningkatnya tensi geopolitik. Sebagai aset safe-haven tradisional, emas mendapat manfaat dari ketidakpastian global.
Perak diperkirakan akan mengikuti tren naik yang didorong oleh peran gandanya sebagai aset investasi dan logam industri. Meningkatnya permintaan dari sektor energi terbarukan dan EV kemungkinan akan mendukung harganya.
Tembaga siap untuk mendapatkan keuntungan dari pergeseran global menuju energi terbarukan dan pengembangan infrastruktur, khususnya di pusat data untuk AI dan teknologi baru lainnya.
Pasar komoditas di tahun 2026 diperkirakan akan dibentuk oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter, dan kemajuan teknologi. Investor harus memperhatikan emas, perak, dan tembaga karena komoditas ini kemungkinan akan menghadirkan peluang signifikan di tengah kondisi global yang ada.
Commodity Price Forecast for 2026
Increased Demand for Precious Metals
Growing Industrial Metals Consumption