Key insights and market outlook
Memasuki 2026, investor mengincar fenomena January Effect, di mana saham, terutama yang berkapitalisasi kecil dan menengah, cenderung melonjak. Analis merekomendasikan fokus pada saham berbasis komoditas dengan fundamental kuat. Hendra Wardana, Founder Republik Investor, menyarankan memanfaatkan volatilitas harian untuk akumulasi bertahap pada saham berkualitas. Investor asing mencatatkan transaksi net buy senilai Rp 1,62 triliun dalam sepekan terakhir, menunjukkan minat yang masih kuat terhadap pasar Indonesia.
Memasuki 2026, pasar saham Indonesia menyaksikan minat yang diperbarui pada fenomena January Effect. Pola pasar tradisional ini menunjukkan bahwa saham, terutama yang berkapitalisasi kecil dan menengah, cenderung mengalami lonjakan di bulan Januari. Analis kini mengidentifikasi saham berbasis komoditas unggulan yang dapat memanfaatkan tren ini.
Hendra Wardana, Founder Republik Investor, merekomendasikan agar investor mempertahankan pendekatan yang disiplin dengan menggabungkan momentum dan selektivitas sektor. Dalam konteks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level tertinggi sepanjang masa, Wardana menyarankan bahwa strategi 'buy on weakness' lebih bijak daripada mengejar harga yang lebih tinggi. Ia menyarankan investor untuk memanfaatkan volatilitas pasar harian untuk akumulasi bertahap pada saham dengan fundamental kuat, terutama yang masih tertinggal atau baru mulai membentuk tren naik.
Aktivitas investor asing baru-baru ini positif, dengan transaksi net buy senilai Rp 1,62 triliun dalam sepekan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa investor global masih memiliki kepercayaan pada pasar Indonesia, sehingga potensi keuntungan jangka pendek hingga menengah tetap terbuka. Meskipun January Effect mungkin tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya, dampak psikologisnya masih terasa, terutama pada saham lapis kedua dan berbasis komoditas.
Dengan mengadopsi strategi ini, investor berpotensi memaksimalkan return mereka selama periode January Effect.
January Effect 2026
Commodity Stock Surge