Key insights and market outlook
Pertumbuhan kredit properti membaik menjadi 7,4% secara tahunan pada November 2025, naik dari 5,0% di bulan sebelumnya, didorong oleh lonjakan signifikan pada kredit konstruksi yang tumbuh 8,1% yoy. Pemulihan ini disebabkan meningkatnya proyek infrastruktur menjelang akhir 2025, dengan para ahli mencatat aktivitas konstruksi yang meningkat seiring realisasi anggaran pemerintah. Pertumbuhan ini menandai perbaikan signifikan dari November 2024 ketika pertumbuhan kredit konstruksi hanya 1,2%.
Sektor kredit properti menunjukkan pemulihan signifikan pada November 2025, dengan pertumbuhan secara tahunan mencapai 7,4%, meningkat dari 5,0% pada bulan sebelumnya. Tren positif ini terutama didorong oleh segmen kredit konstruksi yang tumbuh 8,1% yoy, menandai perubahan signifikan dari pertumbuhan 1,2% yang tercatat pada November 2024.
Menurut Trioksa Siahaan, Wakil Presiden Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), peningkatan aktivitas proyek konstruksi infrastruktur menjelang akhir 2025 menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini. Realisasi anggaran pemerintah pada akhir tahun biasanya menyebabkan peningkatan aktivitas konstruksi, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan kredit di sektor konstruksi.
Pemulihan kredit konstruksi sangat penting bagi bank karena menunjukkan pemulihan yang lebih luas di sektor properti. Pertumbuhan kredit konstruksi yang lebih kuat menunjukkan bahwa bank semakin mendukung proyek infrastruktur dan pengembangan properti, yang dapat memiliki efek pengganda positif pada perekonomian secara keseluruhan.
Momentum positif dalam pertumbuhan kredit properti diperkirakan akan berlanjut hingga bulan terakhir 2025, didukung oleh proyek infrastruktur yang sedang berjalan dan belanja pemerintah. Bank kemungkinan akan tetap fokus pada segmen ini, mengingat kualitas kredit yang membaik dan meningkatnya permintaan pembiayaan properti dan konstruksi.
Property Credit Growth Acceleration
Construction Loan Surge