Key insights and market outlook
Harga tembaga telah melonjak hingga hampir $11.952 per metrik ton karena permintaan kuat dari infrastruktur terkait AI dan keterbatasan pasokan global yang menciptakan badai sempurna. Logam ini mengalami kenaikan 35% sepanjang tahun ini, didorong oleh perannya yang krusial dalam infrastruktur pusat data dan transisi energi. Keterbatasan pasokan, terutama di luar Amerika Serikat, telah memperburuk kenaikan harga.
Harga tembaga telah melonjak hingga mendekati $12.000 per metrik ton karena kombinasi permintaan kuat dari infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan keterbatasan pasokan yang persisten. Logam ini, yang dihargai karena konduktivitas listriknya yang luar biasa, sangat krusial untuk kabel di pusat data yang mendukung operasi AI, kendaraan listrik, dan inisiatif transisi energi yang lebih luas.
Lonjakan harga telah membuat tembaga mencapai kenaikan 35% sepanjang tahun ini, menjadikannya kenaikan tahunan terbesar sejak 2009. Pada 12 Desember 2024, futures tembaga menyentuh $11.952 per ton. Analis mengaitkan pergerakan harga ini dengan ketidakseimbangan fundamental antara pasokan dan permintaan serta meningkatnya minat investor pada aset terkait AI.
"Investor yang mencari eksposur luas terhadap peluang AI juga membeli produk keuangan yang mencakup aset fisik yang mendukung pusat data. Ini termasuk membeli aset terkait tembaga seperti ETF," kata Daan de Jonge dari Benchmark Mineral Intelligence. Konvergensi antara permintaan industri dan aliran investasi ini menciptakan tekanan kenaikan pada harga tembaga.
Pasar tembaga global menghadapi keterbatasan pasokan yang signifikan, terutama di luar Amerika Serikat. Gangguan penambangan dan tantangan logistik telah berkontribusi pada situasi pasokan yang ketat, sehingga memperparah tekanan harga. Dengan permintaan industri dan minat investasi yang tetap kuat, pelaku pasar mengantisipasi kekuatan harga tembaga yang berlanjut hingga beberapa bulan mendatang.
Copper Price Hits Near $12,000
35% YTD Increase in Copper Price