Key insights and market outlook
Harga tembaga global mengawali 2026 dengan penguatan 0,8% menjadi US$12.525 per ton di London Metal Exchange (LME), melanjutkan reli pemecahan rekor yang terjadi sepanjang 2025. Penguatan ini terjadi seiring dengan evaluasi pelaku pasar terhadap dinamika permintaan dan penawaran global. Tembaga tetap menjadi indikator penting untuk aktivitas ekonomi global, terutama di sektor transisi energi dan infrastruktur.
Harga tembaga menunjukkan kekuatan lanjutan pada awal 2026, dengan kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,8% menjadi US$12.525 per ton per 2 Januari 2026 pukul 01.44 GMT. Pergerakan ini melanjutkan trajektori pemecahan rekor yang terjadi sepanjang 2025 ketika harga tembaga mencapai level tertinggi sepanjang masa. Stabilitas harga yang diamati di awal tahun menunjukkan kepercayaan investor yang kuat dan fundamental pasar yang positif.
Performa pasar tembaga erat kaitannya dengan indikator ekonomi global, terutama di sektor yang terkait dengan transisi energi dan pengembangan infrastruktur. Sebagai komponen penting dalam teknologi energi terbarukan dan infrastruktur kelistrikan, permintaan tembaga diperkirakan akan tetap kuat. Kekuatan harga yang diamati mencerminkan ekspektasi pasar akan pertumbuhan permintaan yang terus berlanjut, terutama dari pasar negara berkembang dan inisiatif energi hijau.
Sementara LME mencatat perdagangan aktif dengan harga tembaga mencapai US$12.525 per ton, Shanghai Futures Exchange (SHFE) tutup pada hari perdagangan yang diamati. Kombinasi aktivitas LME dan perdagangan SHFE selanjutnya akan memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika pasar tembaga global. Level harga saat ini menunjukkan awal yang positif bagi tahun 2026, melanjutkan kinerja tahun sebelumnya.
Copper Price Surge
Record High Commodity Price