Key insights and market outlook
Raksasa e-commerce Korea Selatan, Coupang, mengumumkan paket kompensasi $1,5 miliar untuk 33,7 juta pelanggan terdampak setelah kebocoran data besar-besaran pada November. Perusahaan akan memberikan voucher 50.000 won kepada setiap pelanggan terdampak, memicu kritik dari legislator dan konsumen yang berpendapat bahwa voucher non-tunai membatasi pilihan konsumen dan menguntungkan ekosistem Coupang sendiri.
Coupang, platform e-commerce terbesar di Korea Selatan, telah meluncurkan paket kompensasi komprehensif senilai total 1,69 triliun won ($1,5 miliar) untuk 33,7 juta pelanggan yang terdampak oleh kebocoran data pada November. Perusahaan akan memberikan setiap pelanggan terdampak voucher 50.000 won yang dapat ditukar secara eksklusif di platformnya.
Skema kompensasi ini mendapat kritik signifikan dari konsumen dan legislator. Kritikus berpendapat bahwa pemberian voucher non-tunai yang hanya dapat digunakan dalam ekosistem Coupang merugikan konsumen dan menguntungkan perusahaan dengan mendorong bisnis ke layanan mereka yang kurang dimanfaatkan. Choi Min-hee, Ketua Komite Sains, TIK, Penyiaran, dan Komunikasi Majelis Nasional, secara terbuka mengkritik pendekatan Coupang, menyatakan bahwa voucher tersebut seperti "kupon untuk layanan yang jarang digunakan" dan menuduh perusahaan mencoba mengubah krisis menjadi peluang bisnis.
Insiden kebocoran data terjadi pada November 2024, membahayakan informasi sensitif jutaan pelanggan. Kebocoran ini terungkap baru-baru ini, mendorong Coupang mengambil tindakan segera. Pada 29 Desember, perusahaan secara resmi mengumumkan rencana kompensasi, sehari setelah pendiri Kim Bom mengeluarkan permintaan maaf publik dan berjanji untuk mempercepat proses kompensasi. Namun, Kim memilih tidak menghadiri dengar pendapat parlemen yang dijadwalkan pada 30-31 Desember, dengan alasan komitmen lain.
Insiden ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan data di sektor e-commerce Korea Selatan yang berkembang pesat. Coupang, yang dikenal dengan strategi pertumbuhan agresif dan dominasi pasar, kini menghadapi tantangan untuk memulihkan kepercayaan konsumen sambil mengelola implikasi finansial dari paket kompensasi besar-besaran ini.
Data Breach Incident
Compensation Package Announcement